Surabaya (beritajatim.com) – TKD Prabowo-Gibran Jatim menggelar podcast perdana ‘Wis Wayahe’. Dalam podcast perdana ini membahas terkait potensi Khofifah Indar Parawansa effect terhadap paslon nomor 02 itu.
Hadir sebagai narasumber adalah Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Fahrul Muzaqqi. Dosen FISIP Unair ini menyebut bergabungnya Khofifah memberi dampak signifikan untuk elektoral Prabowo-Gibran di Jatim.
“Kekuatan Khofifah sangat besar untuk mempengaruhi dan mendongkrak kekuatan 02 di Jatim. Kekuatan 02 akan makin dahsyat di Jatim,” kata Fahrul saat Podcast Wis Wayahe di Kantor TKD Prabowo-Gibran Jatim, Kamis (25/1/2024) malam.
Menurut Fahrul, Khofifah sebagai personal memiliki magnet terhadap warga Jatim. Hal itu terbukti dalam perjalanan politiknya di Pilgub Jatim, di mana suara Khofifah lebih dari 10 juta.
“Dan, jangan lupa Khofifah teruji dalam pemilu untuk memenangkan paslon tertentu. Basis massa Khofifah sangat real, yakni Muslimat NU. Hitung-hitungan secara survei dan kekuatan real di lapangan, gabungnya Khofifah akan mendahsyatkan 02,” tegasnya.

Fahrul juga mengamati terkait dinamika NU di Jatim yang bisa memberi dampak terhadap elektoral salah satu paslon.
“Di sisi lain, pertarungan dengan paslon lain, khususnya di lingkungan NU sebagai kultur dominan di Jatim juga perlu diperhatikan dan jadi variabel lain,” jelasnya.
“Memang harus diakui deklarasi Khofifah ke 02 akan menjadi gong kekuatan besar di Jatim. Khofifah juga akan tes ombak, ya karena momennya juga menuju Pilgub Jatim. Jadi, ingin mengetes sejauh mana suara di lapangan,” lanjutnya.
Fahrul menyatakan, Jatim adalah barometer politik nasional. Jika bisa menang di Jatim, hampir dipastikan akan menang di level nasional.
“Jatim itu miniatur nasional. Kalau di Jatim menang tebal, biasanya nasional ya menang tebal. Karena selama ini kunci pemilu di Jatim, bisa dilihat dalam dua edisi Pilpres terakhir,” tegasnya.
Koordinator Relawan Khofifah di wilayah Madura, KH Muchlis Muhsin menyebut dampak dukungan Khofifah ke Prabowo-Gibran sangat besar.
“Awalnya paslon 02 di Madura sekitar 30 persen. Setelah Bu Khofifah gabung, angkanya sekarang di atas 50 persen, bahkan mendekati 60 persen,” ujar Kiai Muchlis yang turut hadir di podcast.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Modung Bangkalan ini mengatakan, satu-satunya daerah yang belum dimenangkan Prabowo-Gibran di Madura hanya di wilayah Sumenep.
“Karena Sumenep ada kekuatan PDIP, tapi kami yakin adanya Khofifah akan meningkatkan suara Prabowo-Gibran di Sumenep. Kalau di Bangkalan, Sampang, Pamekasan Insya Allah 02 menang,” ucapnya.
“Tapi saya yakin setelah ada Khofifah warga Madura akan berbondong-bondong ke Prabowo-Gibran. Saya yakin warga Madura akan semakin mantap memilih Prabowo. Apalagi kinerjanya sebagai Menteri Pertahanan sangat ciamik,” pungkasnya. (tok/ted)






