Blitar (beritajatim.com) – Kawasan seluas 100 hektare yang ada di Kota Blitar masuk kategori kumuh. Hal ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar yang harus segera diselesaikan Pemkot Blitar.
Kawasan kumuh tersebut tersebar di 3 kecamatan di Kota Blitar. Kondisi itu tentu cukup mengkhawatirkan dan Pemkot Blitar pun harus segera turun tangan agar kawasan kumuh ini bisa dituntaskan dan direvitalisasi.
“Kemarin ada pendataan ulang jadi kurang lebih kawasan kumuh itu 150 hektar kemudian yang sudah terbangun kurang lebih 50 hektar yang sudah ditingkatkan kualitasnya jadi sisanya kurang lebih 100 hektar,” ucap Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Blitar Suyatno, Jumat (27/6/2025).
Pada awal tahun 2025 kemarin telah dilakukan pendataan ulang terkait kawasan kumuh di Kota Blitar. Dari situ ketahui bahwa kawasan kumuh di Kota Blitar masih seluas 100 hektar yang tersebar di 3 kecamatan.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Blitar sebenarnya tidak tinggal diam. Dana sebesar Rp600 juta pun disiapkan untuk merevitalisasi kawasan kumuh tersebut. Namun dengan dana yang hanya sebesar Rp600 juta, diperkirakan kawasan kumuh yang bisa dientaskan hanya seluas 10 hektare.
“Targetnya 10 hektare ini masih berjalan, yang sudah selesai sekitar 3 hingga 4 hektar ini,” imbuhnya.
Kota Blitar sendiri dengan luas wilayah kurang lebih 32,58 km persegi atau sekitar 3.258 hektare. Dari jumlah tersebut 100 hektar yang menjadi pemukiman warga pun kini masuk dalam kategori kumuh.
“Anggarannya kecil hanya sekitar Rp600 juta an itu untuk 10 hektare, kecil,” tegasnya.
Terus bertambahnya jumlah penduduk tentu akan berdampak pada kawasan permukiman. Tak jarang meledaknya jumlah penduduk, membuat kawasan yang dulunya tak kumuh menjadi daerah kumuh.
Warga pun berharap Pemerintah Kota Blitar bisa menyelesaikan permasalahan ini. Revitalisasi pun kini menjadi sesuatu yang sangat dinantikan warga yang tinggal di daerah kumuh.
“Harapannya yang ada penataan biar lingkungan juga enak, kalau ditatap dengan baik dipandang pun kan sedap,” ucap Riza, warga Kota Blitar. [owi/beq]






