Lamongan (beritajatim.com) – Seiring dengan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Lamongan, perlunya masyarakat untuk mengurangi aktifitas di luar rumah dan menghindari kerumunan.
Hal tersebut sesuai dengan langkah antisipasi dari Pemerintah Daerah yang mengimbau kepada masyarakat agar membatasi interaksi langsung atau kontak fisik.
Atas dasar tersebut, Perumda Pasar Kabupaten Lamongan, mengajak masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sembako dan lainnya, dengan bertransaksi dan belanja secara online, yakni melalui aplikasi Pasar Online Lamongan (POL). Aplikasi ini merupakan pioner pasar online yang sudah mendapatkan pengakuan dan apresiasi dari berbagai pihak.
“Sebagai bagian dari upaya untuk memutus rantai penyebaran covid-19, tentu kami sangat setuju agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar, salah satunya berinteraksi langsung,” kata Hartono Direktur Perumda Pasar Lamongan, Rabu (30/6/2021).
Lebih lanjut, Hartono menjelaskan, bahwa masyarakat tidak perlu risau saat akan diberlakukannya rencana PPKM Mikro Darurat oleh Pemerintah pada 2 Juli mendatang.
Pasalnya, lanjut Hartono, POL juga bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk bisa memenuhi kebutuhan dapur atau sembako. Bahkan, bagi pekerja yang WFH bisa lebih mudah melakukan transaksi hanya dari rumah saja melalui smartphone yang mayoritas masyarakat memilikinya.
Dengan memanfaatkan Marketplace Pasar Online Lamongan (POL) milik Perumda Pasar, masyarakat bisa dengan mudah mengakses, melakukan transaksi via smartphone, dan menikmati pelayanan prima, serta jasa antar yang harganya relatif murah dan terjangkau.
“Jadi ini momen bagus, sambil membantu pemerintah dalam menekan angka yang terpapar Covid-19 dengan mengurangi aktivitas di luar. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari khususnya sembako, masyarakat cukup bisa berbelanja via online di POL,” tutur Hartono.
Diketahui, saat ini POL telah menyediakan kebutuhan sembilan bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari yang dijual di pasar-pasar konvensional, yang mana berada dalam pengelolaan Perumda pasar maupun pedagang di luar pasar itu sendiri.
Tak hanya itu, Hartono menambahkan, POL juga telah bekerjasama dengan Bank Jatim melalui Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS), yang media pembayarannya melalui Mobile Banking.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-lamongan”]
“POL ini dilaunching di tengah pandemi Covid-19. Aplikasi ini sangat bermanfaat sekali di saat kita harus mengurangi aktivitas di luar rumah, melalui POL masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhannya tanpa harus ke luar rumah,” sambungnya.
Selain itu, kini aplikasi POL juga telah menggandeng mitra Bank Jatim untuk mempermudah masyarakat dalam pembayaran transaksi online. “Tidak perlu menyiapkan uang kembalian, karena nominal uang dibayarkan bisa pas. Melalui aplikasi mobile banking Bank Jatim dan QRIS,” lanjutnya.
Dari informasi yang dihimpun, POL yang dikelola oleh Perumda pasar ini juga memberdayakan Jasa Delivery Online Lokal untuk bekerjasama dalam membantu masyarakat yang ingin mendapatkan kebutuhan dapur yang dijual di Pasar, di antaranya Boss Delivery, Cak Ed Delivery, Akang Antar, Boy Delivery, Cita Delivery, dan Fay Delivery.[riq/ted]






