Lamongan (beritajatim.com) – Pengerjaan sirkuit motocross di Jotosanur, Kecamatan Tikung, Lamongan, bertaraf nasional yang bakal menjadi salah satu penyelenggara pada seri pertama Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motocross memasuki tahap akhir.
Diketahui, Kejurnas motocross di Sirkuit Jotosanur Lamongan ini berlangsung pada tanggal 6-7 Agustus 2022. Sirkuit ini dibangun di lahan seluas 6,5 hektare yang terletak di sisi lapangan tembak Kodim 0812 Lamongan. “Untuk persiapan terakhir sirkuit, Insya Allah sudah 75 persen, kurang lebih nanti satu minggu lagi selesai,” kata Kabag Perekonomian Pemkab Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, saat meninjau pengerjaan sirkuit, Rabu (20/7/2022).
Pria yang juga pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Lamongan tersebut mengatakan bahwa sirkuit sepanjang 1,4 kilometer ini akan memiliki perbedaan tersendiri jika dibandingkan dengan sirkuit yang sudah ada di Indonesia.
Pasalnya, menurut Erwin, sirkuit ini memiliki panjang dan luasan sirkuit yang berbeda. Begitupun juga dengan tipikal handicap dan manuver lintasan di sirkuit Jotosanur.
Tak tanggung-tanggung, pembuatan desain sirkuit motocross ini pun telah melibatkan arsitek yang telah memang berpengalaman dalam mendesain sirkuit-sirkuit motocross tingkat nasional maupun internasional. “Sirkuit ini sudah dibangun sejak Juni lalu dan awal Agustus. Insyaallah bisa dipakai,” terangnya.
Erwin menambahkan, keberadaan Sirkuit Jotosanur serta penyelenggaraan Kejurnas Motocross merupakan bagian dari upaya untuk menunjang geliat perekonomian masyarakat. “Upaya peningkatan perekonomian ini penting, karena Lamongan bisa menyelenggarakan event besar berupa Kejurnas Motocross ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Lamongan, baik melalui UMKM maupun penyedia penginapan,” kata Erwin.
[berita-terkait number=”4″ tag=”balap-motor”]
Oleh sebab itu, imbuh Erwin, sirkuit yang diperkirakan mampu menampung hingga 2 ribu penonton ini juga bakal dilengkapi dengan tempat khusus untuk pelaku UMKM, khususnya bagi para pedagang yang tinggal di sekitar sirkuit.
“Kita akan data para pedagang, UMKM. Kita memprioritaskan masyarakat sekitar. Kita harus mengangkat ekonomi lokal, desa-desa sekitarnya. Adapun nanti tambahan dari UMKM yang lain, kita akan susun juga,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua IMI Lamongan, David Rigi Afandi, menyebut bahwa kelas yang bakal dilombakan pada Kejurnas Motocross ini beragam, meliputi kelas 50 cc untuk usia pembalap 6 sampai 10 tahun.
Lalu kelas Kejurnas 65 cc untuk usia 10 sampai 12 tahun, kelas Kejurnas 85 cc untuk usia 12 sampai 14 tahun, serta Kelas MX Junior A atau 125 cc untuk usia 12 sampai 15 tahun, kelas MX1 atau 250 cc untuk usia 15-23 tahun, kelas MX2 18-23 tahun, dan Kelas MX1 untuk usia 23 ke atas.
“Untuk supporting kelasnya gestrek 3 kelas senior, lokal 2 kelas dan kelas pro executive atau penghobi atau veteran 3 kelas. Sabtu kualifikasi time trail dan pengambilan juara di kelas supporting. Sedangkan Minggu semuanya untuk Kejurnas, mulai dari pagi sampai sore,” kata David.
Terakhir ia juga menyebut bahwa Sirkuit Jotosanur yang akan menjadi tuan rumah seri pertama Kejurnas Motocross ini merupakan salah satu sirkuit terbaik di Indonesia. “Kalau dari pagelaran event kejurnas selama ini yang kami ikuti, Insyaallah Lamongan ini masuk salah satu kategori sirkuit terbaik di Indonesia,” tutupnya. [riq/suf]







