Kediri (beritajatim.com) -Salah satu aturan PPKM Darurat untuk mencegah terjadinya kerumunan adalah dengan cara menghimbau untuk beribadah di rumah. Cara itu dinilai dapat menekan angka penyebaran Covid-19 yang akhir-akhir ini meningkat.
Abu Bakar Abdul Jalil Ketua PC NU Kota Kediri menanggapi hal tersebut mengatakan bahwa kebijakan Pemerintah ini pastinya didasari niat baik untuk memutus penyebaran virus Covid-19. Himbauan untuk beribadah di rumah saja pada hakikatnya yang dinilai itu adalah pelaksanaanya.
“Ketetapan atau kebijakan Pemerintah itu pastinya membawa kebaikan. Maka dari itu kita harus paham untuk bisa menyikapi kebijakan PPKM Darurat. Terkait anjuran untuk beribadah di rumah sebenarnya hakikat dari beribadah adalah pelaksanaanya daripada tempatnya. Jadi kalau sholat di rumah dengan berjamaah itu lebih utama daripada sholat di masjid tapi tidak berjamaah”, ungkap Abu Bakar Abdul Jalil yang biasa dipanggil Gus Ab, Jum’at, (9/7/2021).

[berita-terkait number=”4″ tag=”kediri”]“Masalahnya bukan tidak boleh sholat di masjid. Namun kalau itu menyebabkan kerumunan, itu yang akan menjadi masalah. Maka dari itu kita juga melakukan dari berbagai cara salah satunya kita menghubungi para takmir masjid ini. Selain itu kita juga memasang himbauan-himbauan agar masyarakat melaksanakan sholat di rumah saja”, ucap Gus Ab.
Di akhir percakapannya, Gus Ab berharap kepada takmir dan jamaah masjid Se-Kota Kediri agar selalu menaati aturan PPKM Darurat yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah. Dan untuk kegiatan ibadah diharapkan dilakukan di rumah saja selama masa PPKM Darurat ini dilaksanakan.







