Ringkasan Berita:
- PPIH lakukan meal test tiga kali sehari untuk jemaah
- Porsi karbohidrat naik jadi 170 gram, protein 80 gram
- Menu khusus disiapkan untuk jemaah lansia
- Jemaah diimbau patuhi batas waktu konsumsi makanan
Madinah (beritajatim.com) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerapkan skema meal test atau uji makanan sebanyak tiga kali sehari guna memastikan kualitas, rasa, dan kecukupan gizi bagi jemaah haji Indonesia selama musim haji 2026 di Arab Saudi.
Pengawasan ini dilakukan secara rutin di seluruh wilayah layanan, termasuk di Daerah Kerja (Daker) Madinah, sebelum makanan didistribusikan ke hotel-hotel jemaah.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan, yang tergabung dalam Tim Media Center (MCH) Kementerian Haji dan Umroh RI melaporkan bahwa pemeriksaan mencakup aspek gramasi, kualitas bahan, hingga kelayakan konsumsi di tengah suhu panas ekstrem.
Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, menegaskan bahwa meal test dilakukan untuk menjaga standar layanan konsumsi tetap konsisten.
“Sehari tiga kali dilakukan meal test, yakni untuk makan pagi, makan siang, dan makan malam. Hal ini krusial untuk memastikan apa yang diterima jemaah sudah layak dan sesuai standar,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Pada musim haji tahun ini, PPIH juga meningkatkan komposisi gizi sesuai rekomendasi pemerintah. Porsi karbohidrat per sajian dinaikkan menjadi 170 gram dari sebelumnya 150 gram, sementara protein meningkat menjadi 80 gram dari 75 gram.
Setiap paket makanan dilengkapi sayur 70 gram, buah seperti jeruk, apel, atau pir, serta air mineral 600 mililiter untuk menjaga hidrasi jemaah.
Selain itu, perhatian khusus diberikan kepada jemaah lansia melalui penyediaan menu dengan tekstur lebih lunak atau penyesuaian sesuai kebutuhan.
“Khusus untuk jemaah lansia, pihak katering menyediakan menu dengan tekstur yang lebih lunak atau penyesuaian lainnya berdasarkan permintaan dari Ketua Kloter masing-masing,” tambah Indri.
PPIH juga mengingatkan pentingnya disiplin waktu konsumsi makanan. Mengingat suhu tinggi di Arab Saudi, makanan memiliki batas waktu layak santap guna mencegah risiko kesehatan.
Jemaah diimbau segera mengonsumsi makanan setelah diterima dan memperhatikan batas waktu yang tertera pada kemasan agar tetap aman dikonsumsi. [ian/beq]






