Sumenep (beritajatim.com) – Pada masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2022, hanya dua SMA Negeri di Sumenep yang memenuhi pagu siswa.
“Di Sumenep ada 12 SMA Negeri. Dari 12 SMA itu, hanya 2 yang memenuhi pagu, yakni SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sumenep Syamsul Arifin, Senin (25/07/2022).
Untuk 10 SMA Negeri lainnya, siswa yang masuk saat tahun ajaran baru 2022 – 2023 ini kurang dari pagu yang ditetapkan. Bahkan menurutnya, kondisi lebih memprihatinkan terjadi di sekolah-sekolah swasta. Ada beberapa SMA swasta yang hanya diisi 12 atau 13 siswa.
“Kondisi kekurangan siswa itu terjadi hampir merata. Termasuk juga di SMK Negeri. Dari 3 SMK Negeri, tidak satupun yang memenuhi pagu siswa yang telah ditetapkan,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sumenep”]
Ia mencontohkan, di SMK Negeri Sumenep, pagu yang ditetapkan 600, ternyata siswa yang masuk 500 orang. “Kami masih melakukan evaluasi, terkait kurangnya siswa hampir di semua SMA dan SMK Negeri di Sumenep,” ucapnya.
Ia menambahkan, pagu siswa ditetapkan salah satunya untuk menyesuaikan kemampuan daya dukung guru di suatu sekolah dengan jumlah siswa yang akan diterima. “Jadi memang sudah benar-benar dihitung, dengan jumlah guru sekian, maka siswanya maksimal sekian. Ini kemudian sebagai dasar penetapan pagu,” terangnya. [tem/but]






