Lamongan (beritajatim.com) – Memastikan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak tidak semakin merebak di Lamongan, Polres Lamongan menggelar posko utama penanganan wabah.
Dengan digelarnya posko utama ini, lalu lintas hewan ternak bisa lebih dibatasi dan diawasi secara melekat oleh 3 pilar dan 303 Bhabinkamtibmas Polres Lamongan. Dengan begitu, pergerakan hewan ternak pun bisa lebih terdata dengan baik.
Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana mengatakan, jika wabah PMK ini menjadi konsentrasi utama bagi Polres Lamongan dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Lamongan, khususnya Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian.
“Kami siap mendukung dan mengawal seluruh kebijakan penanganan dari Pemkab Lamongan secara maksimal dalam penanganan wabah PMK agar tidak semakin meluas,” ungkap AKBP Miko, kepada wartawan, Jumat (13/5/2022).
Secara rinci, Miko menyebut, beberapa langkah konsentrasi yang akan dilakukan posko penanganan wabah PMK Lamongan ini di antaranya melakukan pemotongan paksa di tempat pada ternak yang dinyatakan terinfeksi PMK dan tidak dapat disembuhkan.
Ternak yang terinfeksi itu, kata Miko, tak boleh dibawa ke RPH (Rumah Potong Hewan) atau keluar kandang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”penyakit-mulut-kuku”]
Selain itu, juga dilakukan pemisahan terhadap sapi yang sehat maupun yang sakit, dilakukan pemusnahan terbatas (Focal Culling) terhadap sapi yang telah mati akibat wabah PMK dengan cara potong paksa dan dikubur.
“Posko utama ini juga memastikan ketersediaan obat dan vaksin dalam melanjutkan pengobatan simtomatis pada hewan ternak yang terkena wabah (penyemprotan terhadap sapi), melakukan pengecekan dan pengawasan hewan ternak sapi di pasar hewan dan RPH,” sebutnya.
Tak cukup itu, Miko menyampaikan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga dikerahkan untuk membantu mengawasi penanganan PMK agar tidak terjadi pergeseran ke luar wilayah. Lalu juga dikerahkan untuk melakukan operasi penyekatan kendaraan angkut hewan dari wilayah satu ke wilayah lain.
“Tak kalah pentingnya, posko juga harus memastikan ketersediaan stok pangan hewan ternak serta melakukan pengendalian harga di pasaran. Langkah-langkah yang kami lakukan ini merupakan langkah sinergitas guna mengendalikan serta pencegahan penyebaran wabah PMK,” jelasnya.[riq/ted]






