Jombang (beritajatim.com) – Satu orang PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang masuk Jombang, Jawa Timur, dinyatakan positif Covid-19. Hal itu diketahui setelah yang bersangkutan menjalan tes usap. Selanjutnya, pekerja migran tersebut menjalani isolasi di RSUD Jombang.
Demikian ditegaskan Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat konferensi pers terkait persiapan Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Acara berlangsung di pendapa Pemkab setempat. Bupati didampingi didampingi Wakil Bupati Jombang Sumrambah, Asisten 3 Hari Oetomo, Kepala Dinas Kominfo Budi Winarno dan Kabag Prokopim Agus Djauhari.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bupati-jombang”]
Bupati Jombang mengatakan, kedatangan pekerja migran mulai masuk ke Jombang sejak 13 April sampai 10 Mei 2021. Dari situ terdapat 49 pekerja migran. Sebelum kembali ke rumah, para pekerja migran tersebut diwajibkan menjalani isolasi di Puskesmas. Ada 14 puskesmas yang digunakan untuk isolasi PMI.
Setelah dari Puskesmas, mereka juga menjalani isolasi mandiri di rumah. Bupati merinci, PMI yang menjalani isolasi mandiri di rumah berjumlah sebanyak 26 orang. Sedangkan yang menjalani isolasi di Puskesmas sebanyak 23 orang.
Rinciannya, Puskesmas Megaluh (4 Orang), Puskesmas Peterongan (3 Orang), Puskesmas Cukir (2 Orang), Puskesmas Bareng (2 Orang), Puskesmas Kabuh (1 Orang), Puskesmas Gudo (2 Orang), Puskesmas Blimbing Gudo (1 Orang), Puskesmas Plandaan (1 Orang), serta Puskesmas Sumobito (1 Orang).
“Kemudian Puskesmas Jogoroto (1 Orang), Puskesmas Wonosalam (1 Orang), Puskesmas Bandarkedungmulyo (1 Orang), Puskesmas Mojoagung (2 Orang), dan Puskesmas Tembelang (1 Orang). Dari 49 PMI, hanya satu orang yang dinyatakan positif Covid. Saat ini kondisinya membaik,” kata Mundjidah. [suf]






