Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur menyediakan popok sekali pakai atau pampers untuk calon haji yang membutuhkan, terutama yang berusia lanjut. Namun popok-popok tersebut menumpuk di kantor Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Jember.
“Dua tahun lalu memang ada arahan dari Komisi D DPRD Jember untuk menyediakan pampers (popok). Tapi setelah kami sediakan, Ternyata setelah di bus, para jamaah ibu-ibu banyak yang tidak mau. Malu kata mereka,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Achmad Musoddaq.
Akhirnya, Bagian Kesra hanya menyediakan beberapa popok sekali pakai saja di bus. “Mayoritas jemaah tetap tidak mau pakai,” kata Musoddaq.
Pampers atau popok diperbolehkan digunakan oleh jemaah haji, terutama yang lanjut usia atau mengalami masalah buang air kecil, selama dalam keadaan ihram karena termasuk uzur (kedaruratan). Namun para jemaah lanjut usia yang berusia minimal 85 tahun lebih suka dibantu petugas untuk keperluan di kamar mandi.
Tahun ini ada 2.261 orang calon haji yang berangkat dari Jember. Mereka mulai diberangkatkan dalam tujuh kelompok terbang (kloter), Sabtu (10/5/2025).
“Jumlah ini terdiri dari tambahan haji cadangan, jamaah haji reguler, petugas kloter, petugas KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah), petugas haji daerah,” kata Musoddaq.
Sebelum pemberangkatan, ada satu orang jemaah haji yang meninggal dunia dan akhirnya digantikan. “Informasi dari teman-teman, ini calon dari Kecamatan Kalisat,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Jember Santoso. [wir]






