Tuban (beritajatim.com) – Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan Tuban kembali berduka, seorang pengasuh bernama KH. Mohammad Khozin Bin Kyai Rofi’i telah dipanggil untuk menghadap sang ilahi, pada usianya yang ke-93 tahun. Selasa (27/02/2024).
Terlihat suasana duka di lingkungan Ponpes Langitan sejak pukul 11.00 Wib tadi turut mengiringi kepergian adik kandung dari Syaikhina KH. Abdullah Faqih yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Langitan, yang berada di Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban itu.
Sekitar pukul 13.00 Wib, setelah disalatkan di Ponpes Darul Ghuroba Langitan, nampak ratusan peziarah dari berbagai daerah dan juga para santri memenuhi jalan Pantura Tuban-Surabaya yang tak lain ingin turut mengiringi kepergian beliau ke peristirahatan terakhir.

Salah satu alumni Ponpes Langitan, bernama Ainul mengaku kaget setelah mendengar kabar kepergian almarhum KH. Mohammad Khozin.
“Setelah dengar beliau meninggal kaget,” tutur Ainul.
Selain itu, Ainul juga turut mendoakan almarhum dan juga mengantarkan beliau ke peristirahatan terakhirnya. “Ini bersama rombongan datang untuk mendoakan beliau,” terang Ainul.
Diketahui, ia bersama rombongannya yang lain dari Plumpang dan sengaja datang lebih awal dari jadwal Pemakaman yang telah dikabarkan, karena ingin mendoakan dan bisa ikut mensalatkan.
“Saya sudah disini pukul 11.30 Wib bersama dengan empat teman saya,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan, awalnya dapat kabar bahwa beliau akan dimakamkan sekitar pukul 14.00 WIB, namun ternyata diajukan menjadi pukul 13.00 WIB setelah habis salat Dzuhur langsung disalatkan.
“Kami berdoa agar almarhum diterima segala amal ibadahnya selama di dunia oleh Allah SWT dan wafat dalam keadaan yang Husnul Khatimah,” tutup Ainul.
Sebagai informasi, prosesi pelaksanaan salat jenazah dilakukan sebanyak 6 gelombang di masjid Ponpes Darul Ghuroba Langitan. [ayu/ted]






