Ponorogo (beritajatim.com) – Angin optimisme tengah berembus di Bumi Reog. Hingga akhir triwulan III tahun 2025, Kabupaten Ponorogo mencatat realisasi investasi yang nyaris menyentuh target tahunan. Dari total target Rp220 miliar, sudah terealisasi Rp216 miliar, atau sekitar 98 persen.
Capaian ini memberi sinyal kuat bahwa roda ekonomi Ponorogo bergerak dinamis di tengah situasi global yang masih berfluktuasi. Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ponorogo, Etik Mudarifah, menyebutkan bahwa pertumbuhan investasi tersebut menunjukkan iklim usaha di Ponorogo semakin kondusif.
“Kita tetap optimistis pertumbuhan ekonomi di Ponorogo terus naik, didukung oleh realisasi investasi yang juga tumbuh dengan baik,” ujar Etik.
Pada triwulan III (Juli–September), realisasi investasi non-usaha mikro dan kecil (non-UMK) di Ponorogo mencapai Rp32,88 miliar. Angka ini terdiri dari 38,23 persen penanaman modal asing (PMA) dan 61,77 persen penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Etik merinci, PMA yang masuk mencapai Rp12,57 miliar, sedangkan PMDN sebesar Rp20,30 miliar. Total investasi tersebut berhasil menyerap 473 tenaga kerja baru di berbagai sektor.
“Untuk PMDN yang terbesar 22,88 persen itu dari sektor perdagangan dan reparasi sejumlah Rp4,647 miliar. Sedangkan untuk PMA, yang terbesar realisasinya 91,18 persen berasal dari sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sejumlah Rp11,465 miliar,” jelasnya.
Data DPMPTSP menunjukkan, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menjadi tulang punggung PMA di Ponorogo dengan nilai Rp11,4 miliar. Disusul industri makanan Rp706,9 juta dan jasa lainnya Rp401,3 juta.
Sementara untuk PMDN, sektor perdagangan dan reparasi masih mendominasi dengan Rp4,647 miliar. Diikuti industri kimia dan farmasi Rp3,821 miliar, industri makanan Rp3,4 miliar, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp2,8 miliar.
Dari sektor-sektor tersebut terlihat bahwa Ponorogo tidak hanya bertumpu pada satu bidang ekonomi, melainkan mulai menunjukkan diversifikasi investasi yang sehat.
Optimisme Pemkab Ponorogo bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah terus mendorong percepatan layanan perizinan, digitalisasi laporan investasi, serta memperkuat sinergi dengan dunia usaha. Etik berharap, para pelaku usaha aktif menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) agar peta pertumbuhan ekonomi Ponorogo dapat terbaca lebih akurat.
“Kepada pelaku usaha baik besar, kecil, dan menengah, harapan kami bisa menyampaikan LKPM untuk memotret tingkat pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.
Dengan capaian investasi yang nyaris menyentuh target dan serapan tenaga kerja yang terus meningkat, Pemkab Ponorogo menatap sisa tahun 2025 dengan keyakinan penuh. Ekonomi yang semula melambat kini mulai menunjukkan tanda akselerasi menuju pemulihan. Jika tren positif ini berlanjut, Ponorogo berpeluang menutup tahun 2025 dengan capaian investasi yang kembali melampaui target 100 persen, sebagaimana tradisi beberapa tahun terakhir. [end/aje]






