Ponorogo (beritajatim.com) – Saat sujud syukur 100 tahun Pondok Gontor, juga melaunching awal penulisan Mushaf Al-Qur’an yang kemudian dinamakan Mushaf Gontor. Keunikan dari mushaf Al-Qur’an ini, salah satunya yakni akan menjadi mushaf pertama yang ditulis oleh pesantren. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ), Abdul Aziz Sidqi.
Abdul Aziz Sidqi mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pondok Gontor untuk menandai legacy-nya pada umur yang ke-100 tahun tersebut. Menurutnya, yang menerbitkan mungkin sudah banyak. Namun, yang menulis sendiri dengan Mushaf Standar Indonesia dan akan mencetaknya ini baru Gontor.
“Yang menerbitkan mungkin sudah banyak, tapi yang menulis sendiri dengan Mushaf Standar Indonesia dan akan mencetaknya ini baru Gontor pada umur ke-100 tahun ini,” ungkap Ustaz Abdul Aziz Sidqi, ditulis Minggu (22/10/2023).
Baca Juga: Jelang Pengumuman Cawapres Prabowo, Gibran Belum Mengundurkan Diri dari PDIP
Keunikan atau keistimewaan yang kedua, kata Abdul Aziz Sidqi mushaf ini akan ditulis oleh hanya satu orang khattat.Ya, untuk diketahui sebelumnya, bahwa mushaf Gontor ini akan ditulis oleh ustaz Muhammad Nur. Dimana ustaz ini telah mendapatkan ijazah pada khat naskhi dari kaligrafer Maroko, Syeikh Belaid Hamidi.
“Itu suatu kelebihan, karena Ia akan istiqomah menulis di sini dan seni khatnya tidak tercampur-campur,” katanya.
Lebih lanjut, Abdul Aziz Sidqi juga mengapresiasi pilihan Gontor untuk menulis mushaf ini, sesuai dengan Mushaf Standar Indonesia. LPMQ pun melakukan dukungan nyata, salah satunya dwngan memfasilitasi bagi tim mushaf Gontor untuk pelatihan digitalisasi mushaf bersama Ustaz Saifuddin El-Cavi dari Forum Pelayan Al-Quran (FPQ).
“Oleh karena itu insyaallah akan kami kawal sampai selesai, dalam arti sampai proses pentashihannya selesai,” pungkas Abdul Aziz Sidqi.
Sementara itu, keistimewaan lainnya dari Mushaf Gontor ini adalah hasil dari digitalisasi master mushaf akan dikembangkan menjadi font jenis naskhi. Tentu hal tersebut untuk memperkaya jenis font Arab yang sudah ada. Sehingga penulisan mushaf ini dapat dirasakan lebih luas ke masyarakat.
Baca Juga: Masyarakat Paliatif Indonesia di Malang Raya Resmi Dikukuhkan, Apa Tujuannya?
“Dengan demikian, manfaat dari proses penulisan mushaf ini dapat dirasakan lebih luas lagi oleh seluruh umat di Indonesia, bahkan dunia,” kata Ustaz Hakam Ar Rosyada, Wakil Ketua II Panitia Penerbitan Mushaf Al-Qur’an Gontor, yang fokus dalam digitalisasi master mushaf Gontor.
Sementara itu Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan bahwa penulisan mushaf Gontor ini, karena merasa teramanati dan dititipi oleh umat Islam untuk menegakkan Al-Quran. Sebab, sebagaimana diketahui hal tersebut tercantum dalam Piagam Penyerahan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor.
“Bahwa Pondok Modern harus menjadi sumber pengetahuan agama Islam, bahasa Al-Quran/Arab, ilmu pengetahuan umum dan berjiwa pondok,” bunyi dalam Piagam Penyerahan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor.
Baca Juga: Melihat Sentra Kerajinan Bambu di Banyuwangi yang Mendunia
Untuk diketahui bahwa penulisan pertama kali dilakukan saat acara kegiatan sujud syukur 100 tahun Pondok Gontor beberapa waktu yang lalau. Penulisan mushaf Al-Qur’an ini, direncanakan akan selesai pada akhir 2025 dan dapat mulai dicetak pada 2026. (end/ian)






