Blitar (beritajatim.com) – Poltekkes Kemenkes Malang Kampus 3 Blitar, bersama UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar, menggelar acara literasi bernama Mustikarasa di Desa Candirejo Kecamatan, Ponggok Kabupaten Blitar. Acara tersebut difokuskan pada deteksi dini kecerdasan anak, sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat.
Acara ini diikuti oleh 35 anak dari wilayah Candirejo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Puluhan anak tersebut mengikuti berbagai tes mulai Pemikiran Abstrak, Penalaran Verbal, Tes Penalaran Non-Verbal, Tes Pemahaman, dan Tes Keterampilan Belajar.
Semua tes tersebut dilakukan untuk mendeteksi dini kecerdasan anak.
“Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi potensi kecerdasan anak dari berbagai latar belakang, dengan harapan dapat membantu mengembangkan bakat mereka,” kata Mujito penanggung jawab kegiatan dari Poltekkes Kemenkes Malang, Sabtu (8/6/2024).
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa, para penggiat literasi, serta 35 lima anak beserta orang tua mereka. Anak-anak yang dipilih memiliki latar belakang keluarga yang berbeda-beda,
Kegiatan diawali dengan sesi pengukuran kecerdasaan dengan wawancara anak-anak kepada narasumber dan tim yang telah disiapkan. Pengukuran tersebut mencakup beberapa pertanyaan seperti Tes Pemikiran Abstrak, Penalaran Verbal, Tes Penalaran Non-Verbal, Tes Pemahaman, dan Tes Keterampilan Belajar.
“Kegiatan wawancara selama berlangsung sangat luar biasa mengingat variasi jenis, karakter, dan latar belakang anak yang berbeda-beda,” imbuhnya.
Hasil tes kecerdasan ini pun bervariatif. Pasalnya setiap anak memiliki latar belakang yang berbeda. Sekedar diketahui latar belakang anak sangat berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan.
Secara umum hasilnya ada anak-anak yang memiliki perkembangan kecerdasan normal. Namun ditemukan juga anak-anak dengan kebutuhan khusus seperti gangguan pemusatan perhatian, lamban belajar, gangguan kemampuan komunikasi, serta anak-anak dengan potensi kecerdasan istimewa, dan lain sebagainya.
“Tes dilakukan melalui sesi wawancara yang dipimpin oleh lima akademisi dari Poltekkes Kemenkes kampus 3 Blitar, yang dikoordinir Mujito sebagai narasumber. Meskipun berlangsung selama hampir tiga jam, wawancara tersebut berjalan dengan lancar dan sukses,” bebernya.
Selain tes kemampuan anak, acara juga menawarkan permainan edukatif, kegiatan perpustakaan keliling, dan kesempatan untuk membuat Kartu Anggota Perpustakaan Bung Karno Blitar. Saat tiba pada akhir acara, yaitu sesi penutupan, yang dinantikan oleh para orang tua adalah pengumuman hasil tes anak-anak mereka.
Pengumuman ini sangat penting karena memberikan wawasan tentang potensi kecerdasan anak, mengingat setiap anak memiliki kecerdasan yang unik. Kegiatan ini hanya merupakan langkah awal dalam mendeteksi dan mengembangkan potensi anak sejak dini, sebagai bagian dari peran orang tua dalam mendidik anak hingga dewasa.
“Peran orang orang tua sangat penting untuk selalu mendampingi anak dalam kontek asah, asih dan asuh sehingga mencapai pertumbuhan dan perkembangan anak-anak yang sehat, cerdas dan ceria,” tutupnya. (owi/ian)






