Ringkasan Berita:
- Polsek Wonoayu menggelar sosialisasi anti bullying di SDN Lambangan Sidoarjo.
- Polisi mengedukasi siswa tentang bahaya bullying fisik, verbal, hingga media sosial.
- Pelajar diajak berani melapor jika mengalami atau melihat perundungan.
- Program ini menjadi bagian komitmen menciptakan lingkungan sekolah ramah anak.
Sidoarjo (beritajatim.com) – Pencegahan perundungan di lingkungan sekolah terus digencarkan jajaran kepolisian. Kali ini, Unit Binmas Polsek Wonoayu menggelar sosialisasi pencegahan bullying dan kekerasan melalui kegiatan bertajuk “Speak Up Bersama Melawan Bullying” di SDN Lambangan, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan edukasi tersebut diisi oleh Junarko Tris Cahyanto bersama Didit Suprayogi dengan memberikan pemahaman langsung kepada para siswa terkait bahaya bullying, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial.
Dalam penyampaiannya, petugas Binmas mengajak para pelajar agar berani berbicara dan melaporkan apabila mengetahui ataupun mengalami tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya saling menghormati, menjaga kerukunan antar teman, serta menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Petugas turut menekankan pentingnya membangun rasa kepedulian terhadap sesama teman dan tidak takut meminta bantuan kepada guru maupun pihak kepolisian jika terjadi tindakan bullying.
Aiptu Junarko Tris Cahyanto mengatakan edukasi sejak dini sangat penting untuk membentuk karakter pelajar yang peduli, berani, dan menolak segala bentuk perundungan di sekolah.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa bullying bukanlah hal yang sepele. Jika melihat atau mengalami perundungan, jangan diam. Berani bicara kepada guru, orang tua, atau pihak kepolisian agar dapat segera ditangani. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan untuk belajar,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan pembinaan dan penyuluhan di sekolah akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak dan kondusif.
“Pencegahan bullying membutuhkan peran bersama, baik sekolah, orang tua, maupun aparat kepolisian. Kami berharap seluruh pelajar dapat saling menghargai dan menjaga kebersamaan demi terciptanya situasi belajar yang kondusif,” lanjut Aiptu Junarko.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, kesadaran pelajar mengenai dampak negatif perundungan diharapkan semakin meningkat sehingga lingkungan sekolah yang aman, nyaman, kondusif, dan ramah anak di wilayah Kecamatan Wonoayu dapat terus terwujud. [isa/beq]





