Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya bersama Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal masih terus berusaha mengungkap kasus pembunuhan Parsi, perempuan Simo Gunung Barat yang ditemukan tergeletak di lantai kamar tidurnya dengan sejumlah luka tusuk dan sayat di punggung serta lehernya, Kamis (02/02/2023) lalu.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana menjelaskan jika hingga saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut secara mendalam. “Hasil koordinasi kami dengan Polsek Sukomanunggal, ada 12 saksi yg sudah diperiksa,” ujar Mirzal, Senin (06/02/2023).
Hingga kini, menurut Mirzal, pihaknya masih memeriksa dan mengumpulkan keterangan dan informasi terkait kasus pembunuhan yang menewaskan Parsi. Diberitakan beritajatim.com, sebulan sudah wanita di Simo Gunung Barat, Parsi (50) tewas. Tetapi hingga saat ini, pelaku pembunuhan itu belum terungkap.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pembunuhan”]
Parsi ditemukan tewas dengan luka tusuk dan sayatan benda tajam pada Kamis (2/2/2023). Selain mengandalkan polisi, upaya pencarian pelaku juga melibatkan paranormal.
Tetangga sebelah rumah korban, Cipto, mengatakan beberapa warga sempat menemui seorang paranormal karena penasaran terhadap kasus tewasnya wanita asal Simo Gunung Barat tersebut. Lewat penerawangan paranormal, arwah Parsi disebut sudah tenang di kehidupan lain.
“Sempat didatangi arwahnya katanya sudah tenang. Namun, ada info terbaru bahwa yang menyebabkan dirinya meninggal adalah mantan pacarnya yang dulu. Percaya atau tidak itu hasil penerawangan paranormal,” ujar Cipto.
Sementara itu, Keluarga Parsi berharap agar pelaku bisa menyerahkan diri sebelum 40 hari kematian Parsi yang jatuh pada tanggal 13 Maret 2023 mendatang. Kondisi rumah di Simo Gunung Barat, tempat Parsi ditemukan tewas pun masih terpasang police line.
Saya pribadi berharap sebelum 40 hari sejak meninggal, pelaku segera menyerahkan diri ke kantor polisi. Harapannya mengakui secara jujur, karena saya ini sekarang tinggal bersama anak saya di rumah berbeda karena masih trauma,” tegas Suharsono, suami korban.
Ia mengaku telah beberapa kali diperiksa sebagai saksi oleh pihak kepolisian. Namun, ia juga masih menunggu hasil kerja dari Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk menemukan pelaku dan membongkar motif pembunuhan kepada istrinya tersebut. (ang/kun)






