Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Polrestabes Surabaya melakukan pemetaan rumah warga yang ditinggal mudik. Hal itu dilakukan agar masyarakat Surabaya bisa mudik dan meninggalkan rumah dengan tenang.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce menjelaskan dirinya telah menginstruksikan kepada Polsek jajaran agar melakukan pemetaan secara merata di wilayahnya masing-masing. Nantinya, lewat pemetaan tersebut, petugas kepolisian akan mengatur strategi terkait patroli dan pengamanan agar tidak ada pembobolan rumah saat mudik.
“Nanti koordinasikan dengan RT/RW di setiap wilayah. Kita juga asessmen keamannya, apakah perlu CCTV, apakah perlu pemortalan. Itu yang harus dilakukan oleh Kapolsek, saya arahkan,” kata Pasma, Sabtu (8/4/2023) malam.
BACA JUGA:
Polrestabes Surabaya Gelar Patroli Skala Besar Jelang Ramadhan
Selain melakukan pemetaan, Polrestabes Surabaya juga akan menggelar operasi ketupat jelang hari raya Idul Fitri 1444 H. Menurut Pasma Royce, pihaknya akan fokus pada penjagaan dan pos pelayanan yang tersebar di berbagai titik yang sudah ditentukan. Hal ini dilakukan karena peristiwa kejahatan jalanan di Surabaya belum juga surut meskipun di bulan Ramadhan.
“Pos pelayanan dan pengamanan itu sudah ditetapkan dalam operasi ketupat. Saya juga sudah minta agar Kapolsek melakukan intervensi. Cangkruan bareng masyarakat untuk membahas persoalan tersebut. Jadi ada peran serta dari masyarakat,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Polrestabes Surabaya Digeruduk Ratusan Buruh Malam-malam
Pasma memastikan, keamanan dan kenyamanan warga Surabaya untuk menjalani ibadah di bulan Ramadhan hingga nanti merayakan Idul Fitri 1444 H adalah prioritas utama pihak kepolisian. Dirinya juga sudah menugaskan jajarannya untuk terus beroperasi setiap malam agar situasi Kamtibmas di Kota Surabaya tetap kondusif.
“Khususnya di akhir pekan Polrestabes Surabaya dengan didukung TNI, Satpol PP, Polda Jatim, Brimob, semua sama-sama turun melakukan patroli,” pungkas Pasma. [ang/suf]






