Sumenep (beritajatim.com) – Polres Sumenep menerjunkan 522 personel untuk pengamanan Pemilu 2024. Tim pengamanan juga diperkuat dengan 150 personel TNI, ditambah dengan ‘stake holder’ lainnya seperti Dinas Perhubungan, Bakesbangpol Linmas, Satpol PP, dan BPBD.
“Ratusan personel pengamanan itu telah siap mengamankan seluruh tahapan pelaksanaan Pemilu 2024, mulai pendaftaran calon, masa kampanye, hingga pemungutan suara dan penghitungan suara,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko usai Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Semeru 2023-2024 dalam rangka pengamanan Pemilu 2024, Selasa (17/10/2023).
Untuk memastikan situasi kamtibmas kondusif, kata Edo, setiap malam akan ada patroli gabungan skala besar. “Nanti dari berbagai satuan akan rutin patroli untuk memastikan kondisi aman,” ujarnya.
Pemilu kali ini cukup kompleks karena pelaksanaannya serentak dan dalam waktu berdekatan. Pemilu juga melibatkan pemilih dalam jumlah besar.
BACA JUGA:
Serap Aspirasi di Sumenep, Said Abdullah Minta Rawat Demokrasi Pancasila dan Ruwat Semesta Nusantara
“Karena itu, perlu penguatan strategi komunikasi publik agar masyarakat bersedia berpartisipasi menjaga kamtibmas. Selain itu juga diperlukan ‘maping’ potensi konflik sosial,” papar Edo.
Operasi Mantap Brata digelar selama 222 hari, dimulai pada 17 Oktober 2023. Operasi serentak ini bertujuan untuk menciptakan keamanan, kelancaran dan ketertiban pada setiap tahapan Pemilu 2024.
“Dalam operasi ini, kami juga membentuk Satgas Anti-Money Politik dan Satgas Pemilu damai,” ucapnya.
BACA JUGA:
Dua Warga Sumenep Ditemukan Tak Bernyawa Mengapung di Laut
Usai Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Semeru 2023-2024, juga dilakukan Deklarasi Pemilu Damai. Deklarasi tersebut ditandatangani Bupati dan Wabup Sumenep, Forkopimda, pimpinan Parpol peserta Pemilu, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi kemahasiswaan. [tem/beq]






