Ponorogo (beritajatim.com) – Polres Ponorogo menyiapkan 495 personel gabungan dari TNI dan Polri untuk pengamanan tahapan pemungutan dan penghitungan suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Selain itu, masih akan ditambah dari petugas di polsek-polsek di bawah naungan Polres Ponorogo. Ratusan personel pengamanan nanti akan disebar di ribuan tempat pemungutan suara di bumi reog.
“Ada 495 personel gabungan yang akan melakukan pengamanan dalam pelaksanaan pemilu 2024 nanti,” kaya Kapolres Ponorogo AKBP Anton Prasetyo, Selasa (6/2/2024).
Pergeseran pasukan pengamanan untuk pemilu 2024 ini, akan dilakukan sekitar H-2 pelaksanaan pungut dan hitung suara. Distribusi logistik, mulai dari KPU menuju TPS dan pengamanan hasil pemilu, mulai dari TPS ke KPU kembali menjadi atensi dalam pengamanan ini.
“Pengamanan distribusi logistik baik dari KPU sampai TPS maupun hasil pemilu dari TPS ke KPU kembali menjadi atensi,” katanya.
Lebih lanjut, Anton mengungkapkan bahwa untuk Kabupaten Ponorogo dari hasil pengamatan, tidak ada TPS rawan. Dengan tidak adanya TPS rawan itu, pola pengamanannya 1 polisi mengamankan untuk 2 TPS.
“Ada 3 kategori, yakni tidak rawan, rawan dan sangat rawan. Kebetulan berdasarkan pengamatan, untuk TPS di Ponorogo masuk ke dalam tidak rawan tersebut. Sehingga pola pengamanannya yakni 1 polisi mengamankan 2 TPS,” katanya.
Meski tidak ada TPS rawan, namun petugas harus mewaspadai 48 titik TPS yang berada di remote area, artinya ada 48 TPS yang letaknya terpencil atau terjauh dari pusat kota Ponorogo. Untuk 48 TPS tersebut, akan dirapatkan untuk mensiasati bagaiamana pengiriman logistik berjalan lancar.
“Ada 48 titik TPS yang berada di zona terpencil dan terjauh. Kita lakukan rakor untuk mensiasati pelaksanaan logistik supaya lancar,” pungkasnya.
Pengecekan pasukan pengamanan Pemilu 2024 , dilakukan bersama dengan apel gelar pasukan dan patroli skala besar, bukan bakti TNI dan Polri. [end/beq]






