Ponorogo (beritajatim.com) – Polres Ponorogo menghimbau kepada masyarakat untuk lebih hati-hati dan waspada pada jam-jam rawan di bulan Ramadhan ini. Terutama jika meninggalkan rumah saat akan beribadah shalat tarawih maupun shalat subuh. Sebab, maling bisa jadi sedang memanfaatkan jam-jam ibadah tersebut untuk melancarkan aksi kejahatannya. Yakni mengobok-obok rumah warga yang ditinggalkan untuk shalat tarawih maupun salat subuh.
Seperti yang diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bahas Yudi Kurnia, bahwasanya awal bulan Ramadhan ini, ada yang melaporkan 2 rumah disatroni maling, ketika pemiliknya menjalankan salat tarawih di masjid. Kejadian itu terjadi di Kecamatan Kauman dan Kecamatan Siman.
“Kejadiannya di Kauman dan Siman. Maling mencuri di jam-jam saat salat tarawih,” kata Niko sapaan akrab Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bagas Yudi Kurnia, Sabtu (25/03/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”polres-ponorogo”]
Dari 2 rumah yang kemalingan itu, kerugian yang dideritanya mencapai puluhan juta. Niko menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan, siapa dalang dibalik pencurian dengan pemberatan tersebut. Dia meminta masyarakat Kabupaten Ponorogo untuk lebih berhati-hati saat meninggalkan rumah. Terutama saat beribadah shalat tarawih. Yakni dengan mengecek kunci rumah, menyimpan barang berharga di tempat yang aman. “Kalau perlu bisa dititipkan ke polisi, sepeda motor bisa dititipkan ke polsek,” katanya.
Niko menambahkan sebagai langkah antisipasi untuk menekan aksi pencurian dengan pemberatan itu, Polres Ponorogo akan melakukan patroli di jam-jam rawan tersebut. Seperti saat waktu ibadah salat tarawih maupun shalat subuh. Patroli dilakukan oleh tim gabungan dari Satlantas, Sat Samapta, bahkan Tim Resmob Satreskrim Polres Ponorogo. “Bapak Kapolres sudah memerintahkan jajaran untuk melakukan patroli aktif, pada saat jam-jam shalat tarawih maupun shalat subuh,” pungkasnya. (end/kun)






