Ngawi (beritajatim.com) – Polres Ngawi galakkan sosialisasi pada para petani agar tidak menggunakan jebakan tikus beraliran listrik dalam pengendalian hama tanaman padi.
Seperti yang dilakukan anggota Polsek Geneng Ngawi yang melaksanakan gropyok tikus bersama para petani, Sabtu (6/5/2023)
Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera menerangkan jebakan tikus yang dipasang memakai aliran listrik di sawah dapat membahayakan orang, sehingga gropyokan atau menangkap bersama-sama pada sarangnya adalah cara efektif untuk menangkap tikus.
“Gropyok saja, jangan pakai jebakan tikus beraliran listrik. Bahaya bagi diri sendiri dan orang lain,” kata Dwiasi Minggu (7/5/2023).
Pun, kegiatan gropyok tikus itu merupakan salah satu peran Bhayangkara Pendamping Penjagaan Pertanian Ramah Lingkungan (Bhatarling).
“Peran Bhatarling yang diemban oleh Bhabinkamtibmas lebih dioptimalkan kembali agar swasembada, kemandirian dan ketahanan serta keamanan pangan lebih meningkat,” lanjutnya.
https://beritajatim.com/peristiwa/lansia-karangjati-ngawi-meninggal-kesetrum-listrik-jebakan-tikus/
Selain menyarankan memakai pupuk organik, gropyokan hama tikus merupakan kegiatan Bhatarling yang dilakukan bersama Babinsa juga para petani agar dapat meningkatkan swasembada pangan, kemandirian pangan, ketahanan pangan dan keamanan pangan.
“Ya, benar saat ini para petani sudah mulai tanam padi kembali, dan anggota Polsek mengingatkan kembali agar tidak ada petani yang pasang jebakan tikus pakai aliran listrik, sebab itu berbahaya. Gropyok tikus pada sarangnya di sawah cukup efektif, terbukti ratusan tikus yang berhasil ditangkap,” kata Dwiasi.
Pihaknya meminta kepada para petani agar dalam menanggulangi hama tikus dengan menggunakan cara yang lebih aman seperti dengan cara gropyok, pengasapan, pasang racun atau cara lain sebagaimana petunjuk dari Petugas Penyuluhan Pertanian Kabupaten Ngawi
“Semoga dengan imbauan dan gropyok tikus bebarengan ini, para petani dapat memahami bahayanya jika dilakukan pemasangan jebakan tikus beraliran listrik, kemudian beralih menggunakan cara lain yang lebih aman dan tidak membahayakan jiwa para petani dan orang lain,” harapnya
Sementara itu, Joko (35) salah seorang petani di Desa Kasreman mengatakan, bahwa dirinya siap mengikuti imbauan dari petugas untuk tidak memasang jebakan tikus yang diberi aliran listrik.
“Alhamdulillah, para petani di sini tidak ada yang menggunakan aliran listrik untuk digunakan sebagai jebakan tikus,” ucap Joko di lokasi persawahan gropyok tikus. (fiq/ted)






