Ngawi (beritajatim.com) – Cuaca ekstrim membuat potensi adanya banjir wilayah Ngawi tinggi. BBWS Bengawan Solo sempat memberikan pemberitahuan jika wilayah hulu yakni Wonogiri, Solo mengalami banjir maka wilayah Kabupaten Ngawi akan mendapatkan kiriman, untuk itu seluruh instansi terkait harus segera melakukan antisipasi awal.
Termasuk salah satunya Polres Ngawi yang menginstruksikan Polsek Mantingan untuk turut berangkat ke Kota Solo untuk bertemu pihak BBWS Bengawan Solo tepatnya di Pos Pantau Air Kampung Jurug Kelurahan Pucangsawit, Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (12/10/2022).
Polres Ngawi bersama forkompimcam setempat bertemu pihak BBWS untuk koordinasi antisipasi banjir.
Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kapolsek Mantingan AKP Tulus Adhi Sanyoto didampingi Kanit Samapta Polsek Mantingan Aiptu Ali S., Bataud Koramil Mantingan Pelda A. Dhani, Trantib Kecamatan May Purwo S. sedangkan dari Instansi BBWS Bengawan Solo yaitu Joko Widodo.
Ketika dikonfirmasi melalui Plt Kasi Humas Polres Ngawi Ipda Dian menyatakan bahwa kegiatan itu sebagai salah satu bentuk tindak lanjut dari apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana, Selasa (11/10/2022)
“Sesuai petunjuk dan arahan Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera, koordinasi ini sebagai antisipasi awal apabila wilayah hulu yakni Wonogiri, Solo mengalami banjir maka Ngawi bisa persiapan sedini mungkin dengan mengambil langkah yang cepat dan tepat dalam menghadapi bencana,” terang Dian, Rabu (12/10/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-ngawi”]
Dengan koordinasi maka diharapkan penjaga pintu air dapat melaporkan perkembangan sungai Bengawan Solo jika dapat kiriman dari sungai Wonogiri dan sungai Klaten maka akan mengalami kenaikan dilihat dari alat pengukur ketinggian air dan diperkirakan 6 jam masuk awal di wilayah Kecamatan Mantingan
“Diharapkan koordinasi ini berjalan dengan baik, mengingat sekarang sudah musim penghujan sehingga bencana alam dapat dicegah sedini mungkin,” tutup Dian.
Selain itu, Polres Ngawi juga menyiagakan seluruh jajaran untuk turut memberikan imbauan pada warga untuk senantiasa waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi di tengah cuaca ekstrim yang diperkirakan melanda sampai 16 Oktober 2022 mendatang. Serta, anggota juga harus siap siaga jika suatu saat kembali terjadi bencana alam. (fiq/ted)






