Mojokerto (beritajatim.com) – Meski Operasi Ketupat 2026 telah berakhir, jajaran Polres Mojokerto Kota memastikan pengamanan wilayah tetap berjalan maksimal.
Upaya tersebut dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif pasca arus balik Lebaran.
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto melalui Kasihumas IPDA Jinarwan menegaskan bahwa, personel kepolisian masih disiagakan di lapangan. Mereka difokuskan untuk memantau sejumlah titik rawan, pusat keramaian, hingga jalur strategis yang memiliki potensi gangguan kamtibmas.
“Kegiatan KRYD ini merupakan langkah lanjutan untuk memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga setelah puncak arus balik Lebaran,” ungkapnya dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).
Transisi dari Operasi Ketupat ke KRYD ini dijadwalkan berlangsung hingga 29 Maret 2026. Selain menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, kegiatan ini juga menyasar pencegahan berbagai potensi tindak kriminalitas di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan selama momen Lebaran tahun 2026 ini tidak lepas dari sinergi antara aparat kepolisian dan partisipasi aktif masyarakat. Kondisi yang aman dan kondusif dinilai menjadi bukti kolaborasi lintas sektor berjalan dengan baik.
“Situasi kamtibmas yang aman dan kondusif ini merupakan upaya dari semua sektor sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri 1447 Hijriah dengan nyaman,” katanya.
Selama pelaksanaan KRYD, patroli dialogis akan terus digencarkan, terutama di pusat aktivitas masyarakat, fasilitas transportasi, serta kawasan ekonomi. Polri menegaskan kehadirannya akan tetap dirasakan melalui pelayanan yang humanis namun tetap tegas dalam penegakan hukum.
Polres Mojokerto Kota juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan hal mencurigakan dengan memanfaatkan layanan Call Center 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.
“Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif di Kota Mojokerto pasca Lebaran,” pungkasnya. [tin/ted]






