Gresik (beritajatim.com) – Puluhan pengemudi ambulans di wilayah Gresik dikumpulkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik, Rabu (11/6/2025). Mereka berasal dari rumah sakit negeri, swasta, puskesmas, hingga Komunitas Driver Ambulance Relawan Seduluran Gresik.
Kasatlantas Polres Gresik, AKP Rizki Julianda Putera Buna, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan sosialisasi Safety Driving yang bertujuan meningkatkan keselamatan berkendara para pengemudi ambulans dalam menjalankan tugas penyelamatan.
“Ada 60 pengemudi ambulans yang terlibat dalam kegiatan sosialisasi. Khususnya dalam hal keselamatan dan ketertiban berlalu lintas,” ujarnya.
Dalam sosialisasi ini, AKP Rizki juga menekankan pentingnya masyarakat memahami hak prioritas kendaraan ambulans di jalan. Menurutnya, ambulans bukan sekadar kendaraan darurat, melainkan pembawa harapan hidup yang sangat bergantung pada waktu.
“Sosialisasi ini bukan hanya tentang aturan, tetapi juga soal tanggung jawab moral. Ambulans membawa harapan hidup, dan setiap detik sangat berarti. Karena itu, penting bagi kita semua, termasuk masyarakat, untuk memahami dan menghargai hak prioritas kendaraan ini,” ungkapnya.
Selain pemaparan aturan dan etika berlalu lintas, para driver ambulans juga diberikan pembekalan teknis berupa tips berkendara yang aman serta bagaimana mengantisipasi berbagai situasi darurat di jalan raya.
“Dari kegiatan ini, kami berharap tercipta hubungan yang lebih solid antara kepolisian dan para pengemudi ambulans, guna mendukung pelayanan darurat yang cepat serta aman,” imbuh Rizki.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para pengemudi ambulans. Salim, salah satu perwakilan dari rumah sakit swasta di Gresik, menyampaikan apresiasinya terhadap sosialisasi yang menurutnya sangat relevan dengan tantangan di lapangan.
“Sebagai pengemudi kita dituntut bagaimana bisa cepat, aman dan nyaman sampai di rumah sakit yang dituju. Ini karena yang diangkut adalah nyawa manusia,” ujar Salim. [dny/beq]






