Gresik (beritajatim.com) – Di Bulan Ramadhan 1445 H. Masyarakat Gresik dihimbau tetap waspada saat menjalankan aktivitas.
Ini karena modus kejahatan masih marak, dan kian beragam. Mulai dari aksi penipuan, tawuran, hingga kejahatan jalanan.
Untuk mengantisipasi aksi kejahatan tersebut, jajaran Polres Gresik terus menghimbau tentang potensi dan modus kejahatan yang kerap memanfaatkan kelengahan masyarakat.
“Perayaan bulan suci bagi ummat muslim tentu tidak serta merta menyurutkan niat para bandit melakukan aksi kejahatan. Hal ini yang harus diwaspadai,” ujar Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan, Selasa (12/03/2024).
Ia menambahkan, Ramadhan tahun lalu jajaran Polres Gresik berhasil mengamankan 24 tersangka atas kasus (curat, curah, dan curanmor) 3C. Lalu, 17 tersangka yang terlibat peredaran gelap narkoba.
“Tahun ini, tidak menutup kemungkinan potensi kejahatan terus terjadi, kami pun tengah menyiapkan beberapa langkah untuk mengantisipasi hal tersebut,” imbuhnya.
Terkait dengan ini lanjut dia, pihaknya telah memetakan modus kejahatan yang sering terjadi selama Bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri. Yakni dengan motif utama untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat.
“Aksi kriminalitas bisa muncul dimana pun dan kapan pun,” ungkap Aldhino.
Dalam waktu dekat kata dia, anggotanya di lapangan akan meningkatkan patroli yang memfokuskan pada kawasan dan objek vital. Baik di wilayah perumahan, perbankan, pusat perbelanjaan dan kawasan rawan kejahatan lainnya.
“Guna menutup ruang gerak pelaku. Tolong waspada terhadap barang berharga yang dibawa,” katanya. (dny/ted)






