Bojonegoro (beritajatim.com) – Jajaran Polres Bojonegoro lebih intens melakukan patroli selama Ramadhan dan jelang lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah. Hal itu untuk mengantisipasi kegiatan masyarakat yang memproduksi petasan yang bisa membahayakan keselamatan.
“Kejadian seperti di Blitar dan Malang, perlu disikapi bersama di wilayah Bojonegoro,” ujar Kapolres Bojonegoro AKBP Rogib Triyanto, Jumat (14/04/2023).
Salah satu bentuk antisipasi yang dilakukan jajaran Polres Bojonegoro diantaranya dengan melakukan patroli dan sambang desa. Dari hasil operasi pekat yang dilakukan seluruh jajaran Polda Jatim, kata dia, sudah ada beberapa kilogram bahan petasan yang diamankan.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/bmkg-beri-peringatan-dini-gempa-susulan-di-perairan-tuban/
“Hasil ungkap pekat kemarin juga sudah mengamankan beberapa kilogram bahan petasan. Karena sudah ada korban jiwa maupun harta benda,” terangnya.
Kapolres Bojonegoro meminta kepada masyarakat agar tidak bermain petasan selama merayakan lebaran Hari Raya Idul Fitri. Pihaknya mengungkapkan, masih banyak cara untuk merayakan lebaran dengan kegiatan yang tidak membahayakan. [lus/kun]






