Sampang (beritajatim.com) – Warga Sampang Jawa Timur kurang berminat mengikuti program transmigrasi atau perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain di wilayah negara Indonesia. Ternukti, hingga pertengahan 2023, belum ada warga yang mendaftar program tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Perluasan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sampang, Uriantono Triwibowo, melalui stafnya Moh Zainoddin, membenarkan hal itu. “Sampai saat ini masih sepi peminat, terbukti belum ada warga yang mendaftar sebagai transmigran,” terangnya, Kamis (6/7/2023).
Zainoddin menjelaskan, peserta program transmigrasi atau perantauan warga beserta keluarganya itu, akan diberikan lahan untuk dikelola seluas 250 meter persegi. “Selain lahan juga mendapatkan bantuan bangunan serta bantuan sejumlah peralatan,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Disnaker Jember Respons Laporan 6 Warga yang Telantar di Kamboja
Sekedar diketahui, daerah penempatan program transmigrasi tahun 2023 ini yakni ke Provinsi Sulawesi. Namun, untuk lokasi detailnya menunggu informasi dari Jawa Timur. “Untuk daerah penempatan kita masih akan berkoordinasi dengan Pemrov Jatim,” pungkasnya. [sar/suf]






