Politik Pemerintahan

Ternyata di Ponorogo ada Balai Penyelamatan Benda Cagar Budaya

Ponorogo (beritajatim.com) – Kesigapan tim dari Dinas Pariwisata (Dispar) Ponorogo dalam menangani temuan arca relief kaki di Desa Sawuh Kecamatan Siman ternyata bukan suatu kebetulan. Pasalnya, ternyata tim yang diterjunkan tersebut sudah mempunyai sedikit wawasan tentang cagar budaya.

”Kami pernah datangkan 2 arkeolog untuk memberikan tata kelola cagar budaya dan cara pelestariannya kepada pegawai kami di Dispar,” kata Kepala Dispar Ponorogo Agus Sugiharto, Kamis (28/11/2019).

Jadi jika suatu saat ditemukan benda-benda yang bersejarah, langkah-langkah yang ditempuh sudah benar, sehingga tidak akan rusak. Ini penting, sebab benda yang ditemukan tersebut, pastinya bukti sejarah perkembangan peradaban suatu daerah di masa lampau. Selain itu, kata Agus di Ponorogo ada balai penyelamatan benda cagar budaya yang masih dibawah naungan Dispar.

”Jadi pengelolanya harus tahu betul, bagaimana cara merawatnya,” katanya.

Di balai penyelamatan benda cagar budaya yang beralamatkan di jalan Ukel nomor 20 Ponorogo tersebut, tersimpan arca maupun barang kuno yang kaya akan sejarah masa lalu. Benda-benda tersebut ditemukan di berbagai tempat atau wilayah di bumi reyog. Agus mengungkapkan jika Ponorogo masih sangat berpotensi untuk ditemukan benda-benda cagar budaya lainnya. Makan Batoro Katong dan Makan Srandil merupakan contoh cagar budaya yang ada di Ponorogo.

”Cagar Budaya ini selain sebagai bukti peradaban di masa lalu, juga bisa sebagai sarana esukasi kepada masyarakat tentang sejarah,” pungkasnya.

Sekedar diketahui Dinas Pariwisata (Dispar) Ponorogo bergerak cepat atas temuan potongan arca berelief kaki di Desa Sawuh Kecamatan Siman. Dispar menurunkan tim untuk meninjau lokasi penemuan tersebut. Selain itu tim dari dinas yang berkantor di komplek gedung kesenian jalan Pramuka Ponorogo itu membuat berita acara penemuan. Dimana berita acara tersebut akan segera dikirimkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan.

”Memang mekanismenya seperti itu, berita acara dan foto-foto dikirim ke BPCB Trowulan. Agar tim BPCB segera ke Desa Sawuh untuk melakukan penelitian lebih lanjut,” kata Kepala Dispar Ponorogo Agus Sugiharto.

Agus menginginkan tim BPCB cepat melakukan penelitian, sebab tempat penemuan arca tersebut di sawah, dimana sebentar lagi akan masuk musim penghujan. Jadi Pemkab, dalam hal Dispar ingin bergerak cepat. Kalau memang ini penemuan yang potensial, Pemkab bisa segera bertindak.

”Penting segera dilakukan penelitian karena benda-benda kuno tersebut kemungkinan masih ada di sekitar lokasi,” katanya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar