Politik Pemerintahan

Sektor Perikanan Kelautan Jember Prospektif, Tapi Butuh Ini

Agus Sofyan, juru bicara DPRD Jember dari PDI Perjuangan

Jember (beritajatim.com) – Sektor perikanan dan kelautan Kabupaten Jember, Jawa Timur, cukup prospektif untuk dikembangkan. Namun nelayan masih membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai untuk berproduksi.

Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2020, jumlah produksi perikanan di Kabupaten Jember tahun lalu rata-rata sudah mencapai target. “Produksi perikanan tangkap pada 2020 mencapai 9.963 ton,” kata Agus Sofyan, juru bicara DPRD Jember dari PDI Perjuangan.

DPRD Jember merekomendasikan kepada pemerintah daerah agar mengoptimalkan kembali potensi perikanan yang dimiliki. Pemkab juga diminta meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan nelayan.

Salah satu yang membuat produksi ikan belum optimal adalah belum optimalnya operasional cold storage dalam mendukung penampungan dan pengawetan hasil tangkapan nelayan. “Jadi pemerintah daerah perlu memanfaatkan keberadaan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan cold storage milik daerah untuk menjaga stabilitas harga hasil tangkapan nelayan,” kata Agus.

Tak hanya sektor tangkapan ikan laut. Pemerintah Kabupaten Jember juga diminta melakukan pembinaan dan pendampingan kepada kelompok pelaku usaha di bidang perikanan air tawar. Ini karena pada 2020, perikanan budidaya tambak mencapai 1.377 ton, perikanan budidaya kolam mencapai 11.058 ton, dan perikanan budidaya mina padi sebanyak 4,6 ton

DPRD Jember juga berharap Pemerintah Kabupaten Jember meningkatkan pelindungan dan keselamatan terhadap nelayan. Salah satunya melalui realisasi dengan Program Perlindungan Nelayan Kegiatan Asuransi Nelayan di Kabupaten Jember. Saat ini jumlah nelayan yang diasuransikan mencapai 5.578 orang di Kabupaten Jember. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar