Blitar (beritajatim.com) – Rini Syarifah dan Rahmat Santoso resmi berpisah sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Blitar. Kini kedua pasangan pemimpin Kabupaten Blitar itu resmi berpisah setelah Rahmat Santoso mundur dari jabatannya sebagai Wabup Blitar.
Terlepas dari perselisihan yang pernah terjadi diantara keduanya. Ternyata kekayaan Rini Syarifah dan Rahmat Santoso juga bertolak belakang antara satu dan lainnya.
Kekayaan Rini Syarifah mengalami peningkatan selama dirinya menjabat Bupati Blitar. Sementara kekayaan Rahmat Santoso justru berkurang selama dirinya menjabat sebagai Wabup Blitar.
Tercatat dalam LHKPN tahun 2021 yang dilaporkan Maret 2022, Rini Syarifah diketahui memiliki harta kekayaan senilai Rp 8,5 miliar. Jumlah tersebut naik cukup tinggi pada laporan LHKPN bulan Desember 2022, tercatat Mak Rini sapaan akrab Bupati Blitar, memiliki kekayaan sebesar Rp9,2 miliar atau naik sekitar Rp 700 juta.
Kondisi terbalik justru terjadi pada Rahmat Santoso yang mundur dari jabatannya sebagai Wabup Blitar pada bulan ini. Tercatat dalam LHKPN harta kekayaan Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso justru menyusut sekitar Rp 2,3 miliar dan hutangnya bertambah menjadi Rp 4,5 miliar.
Dalam laporan LHKPN pada tanggal 30 Maret 2022 periode 2021 kekayaan Rahmat Santoso mencapai Rp 19,39 miliar. Sementara dalam LHKPN yang dilaporkan 30 Maret 2023 untuk periode 2022, malah turun menjadi Rp 17,01 miliar atau menyusut sekitar Rp 2,37 miliar. Bahkan dalam LHKPN terakhir tersebut, hutang Rahmat Santoso yang semula pada 2021 sebesar Rp 2 miliar malah bertambah atau naik menjadi Rp 4,5 miliar.
Menanggapi kondisi ini, Wabup Rahmat ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan, memang seperti itu kondisi kekayaan setelah 2 tahun 5 bulan menjabat. Sejak menyampaikan surat pengunduran dirinya secara resmi, pada 14 Agustus 2023 lalu.
Rahmat Santoso mengklaim hal itu membuktikan kalau selama menjadi orang nomor dua di Bumi Penataran dirinya tidak pernah bermain proyek atau anggaran apapun baik APBD maupun APBN. “Berulang kali saya katakan, kalau saya tidak ngerti dan tidak pernah intervensi apalagi bermain proyek,” tegasnya.
Pria yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) ini mengaku kalau sejak awal terjun ke politik, tujuannya bukan untuk mencari kekayaan.
“Tidak menjadi wabup pun, alhamdulillah sudah cukup. Tapi karena perintah kiai saya, serta dorongan dan dukungan dari sahabat serta senior dan guru politik saya akhirnya terjun ke politik,” ungkap politisi dari Partai PAN ini.
Kini Rahmat Santoso dan Rini Syarifah telah berjalan di jalannya masing-masing dengan kekayaan yang dimilikinya. Rahmat Santoso kini nyaleg DPR-RI dari partai PAN untuk dapil Bojonegoro-Tuban. Sementara Rini Syarifah terus melanjutkan kerjanya sebagai Bupati Blitar periode 2019-2024. (owi/kun)
BACA JUGA: Kecelakaan Maut di Jalur Kediri-Blitar, 2 Meninggal Dunia






