Politik Pemerintahan

Proses Coklit, Bawaslu Ponorogo Temukan 5 Dugaan Pelanggaran

Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga Bawaslu Ponorogo, Juwaini [foto/Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ponorogo mendapatkan temuan dalam pengawasan terhadap proses pencocokan dan penelitian (coklit). Setidaknya ada lima temuan yang mengarah pada dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang bekerja pada 15 Juli hingga 13 Agustus 2020.

“Kami menemukan setidaknya lima temuan selama proses coklit beberapa waktu yang lalu,” kata Koordinator divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga Bawaslu Ponorogo Juwaini, Rabu (19/8/2020).

Pertama, Bawaslu menerima informasi bahwa ada sedikitnya 59 PPDP yang tidak melaksanakan coklit dari rumah ke rumah. Diduga para petugas tersebut melakukan coklit secara sampling. Seharusnya melakukan coklit ke tempat tinggal seluruh calon pemilih di TPS.

Kedua, ada tiga PPDP yang didapati Bawaslu melimpahkan tugasnya ke orang lain. Ketiga, ada 88 calon pemilih yang tidak mempunyai kartu tanda penduduk (KTP) maupun kartu keluarga (KK). Keempat, ada 262 petugas yang diduga tidak menerapkan protokol Covid-19 dalam melaksanakan coklit.

“Yang kelima ada dugaan 256 rumah tidak dicoklit, lantaran rumah-rumah tersebut belum ditemukan stiker dari KPU. Padahalkan stiker itu wajib ditempel sebagai bukti kalau sudah dicoklit,” katanya.

Juwaini menyebut, temuan-temuan ini tersebar dari hasil sampling. Sebab selama proses coklit berlangsung, Bawaslu menerjunkan petugasnya untuk melakukan pengawasan. Mekanisme pengawasan dilakukan secara sampling.

“Kami terjun mengawasi ke 12.801 rumah, yang tersebar di 2.080 tempat pemungutan suara (TPS) di 307 desa/kelurahan,” katanya.

Menanggapi temua-temuan dari Bawaslu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo Munajat mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan temuan itu dari Bawaslu. KPU Ponorogo sudah berkoordinasi dengan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) terkait temuan tersebut.

“Langsung kami koordinasikan dengan PPK maupun PPS supaya cepat ditindaklanjuti dengan perbaikan,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar