Politik Pemerintahan

Petugas KPPS Meninggal, Tinggalkan Istri Hamil 8 Bulan

Jombang (beritajatim.com) – Jumlah petugas KPPS yang meninggal terus bertambah. Terakhir, Selasa (30/4/2019), petugas yang meninggal adalah Sunarko, warga Dusun Wersah Kelurah Kepanjen Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Almarhum merupakan petugas KPPS di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02 di desanya. Sunarko meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung delapan bulan atau anak ketiga.

Istri almarhum, Yuni Fanani (32) mengatakan,¬† korban hanya semalam dirawat di rumah sakit. Hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. “Sejak beberapa hari bertugas menjadi KPPS suami saya kerap masuk angin. Puncaknya, Senin malam, beliau¬† jatuh pingsan dan beberapa jam kemudian nyawanya tidak bisa terselamatkan,” kata Yuni ketika ditemui di rumah duka.

Yuni menuturkan, selama bertugas menjadi bagian dari penyelenggara pemilu di TPS 02 Desa Kepanjen, sang suami dikenal sosok yang rajin dan tidak suka menunda pekerjaannya. Sunarko sendiri kesehariannya bekerja sebagai pengecer elpiji dan air mineral isi ulang.

“Mungkin kecapekan, karena terakhir kemarin hasil diagnosanya darah tinggi sampai pembuluh darahnya pecah”, beber Yuni.

Yuni kini tengah hamil tua yang usianya kini menginjak delapan bulan. Bayi yang dikandung Yuni ini merupakan anak ketiga bersama mendiang suaminya, Sunarko. Selain itu, Sunarko juga meninggalkan dua yang masih kecil-kecil.

Ketua KPU Kabupaten Jombang, Muhaimin Shofi memembenarkan adanya petugas KPPS yang meninggal. Untuk itu itu, pihaknya menyampaikan duka cita yang mendalam. Dia mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Keuangan sudah menetapkan adanya pemberian santunan bagi petugas Pemungutan suara yang mengalami musibah.

“Namun demikian, besarannya belum ditentukan. KPU RI sudah mengusulkan ke Kemenkeu, tapi belum tahu kapan realisasinya,” pungkas Muhaimin. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar