Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kota Mojokerto menggelar ziarah ke makam para umaro menjelang peringatan HUT ke-108 Kota Mojokerto.
- Wali Kota Ika Puspitasari bersama Forkopimda dan jajaran OPD mengunjungi makam sejumlah mantan wali kota dan wakil wali kota.
- Ziarah dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pemimpin terdahulu dalam membangun Kota Mojokerto.
- Ning Ita mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat pengabdian para pendahulu sebagai inspirasi membangun kota yang lebih maju.
Mojokerto (beritajatim.com) – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108 Kota Mojokerto yang diperingati pada 20 Juni 2026, Pemerintah Kota Mojokerto menggelar ziarah ke makam para umaro atau tokoh pemerintahan yang telah berjasa dalam perjalanan pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Mojokerto dan diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto.
Rangkaian ziarah diawali dengan mengunjungi makam Wali Kota Mojokerto periode 2013–2018, almarhum Mas’ud Yunus, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam Kedungmulang, Kelurahan Surodinawan.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan ziarah ke makam Wali Kota Mojokerto periode 2003–2013, almarhum Abdul Gani Soehartono, yang dimakamkan di TPU Kedungsari, Kelurahan Gununggedangan.
Kegiatan kemudian diteruskan ke makam Wakil Wali Kota Mojokerto periode 2003–2008, almarhum Hendro Suwono, serta makam Wakil Wali Kota Mojokerto periode 2018–2021, almarhum Achmad Rizal Zakaria, yang berada di TPU Losari, Kabupaten Mojokerto.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan ziarah makam umaro merupakan tradisi yang sarat makna sebagai bentuk penghormatan kepada para pemimpin terdahulu yang telah memberikan dedikasi dan pengabdian bagi kemajuan Kota Mojokerto.
“Menjelang HUT ke-108 Kota Mojokerto, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan kota ini. Ziarah ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas pengabdian mereka kepada Kota Mojokerto,” ungkapnya.
Perempuan yang akrab disapa Ning Ita itu menegaskan perjalanan panjang Kota Mojokerto hingga memasuki usia ke-108 tahun tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para pemimpin dan tokoh yang telah mengabdikan diri membangun daerah.
“Semangat dan keteladanan para pemimpin terdahulu harus menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semangat itulah yang harus terus kita lanjutkan demi mewujudkan Kota Mojokerto yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tambahnya.
Melalui kegiatan ziarah makam umaro tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto berharap nilai-nilai pengabdian, keteladanan, dan semangat membangun daerah terus diwariskan kepada generasi penerus. Momentum menjelang HUT ke-108 Kota Mojokerto juga diharapkan menjadi refleksi bagi seluruh elemen pemerintah untuk melanjutkan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. [tin/beq]






