Politik Pemerintahan

Pemkot Mojokerto Gulirkan Delapan Proyek Normalisasi Pengendalian Banjir

Salah satu pengerjaan proyek fisik di Jalan Pekayon, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]
Salah satu pengerjaan proyek fisik di Jalan Pekayon, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto mengulirkan delapan proyek normalisasi pengendalian banjir. Delapan proyek normalisasi pengendalian banjir yang ditarget rampung Desember 2023 ini dengan anggaran APBD senilai Rp8,1 miliar.

“Untuk pengerjaan normalisasi saluran air di Kota Mojokerto pada tahun ini ada delapan titik. Progres saat ini sudah penandatanganan kontrak dan persiapan realisasi. Kalau yang di Kelurahan Meri itu nanti akan tender ulang, karena tidak yang menawar, ungkap Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUPRPRKP Kota Mojokerto, Basuki Ismail, Jumat (4/8/2023).

Delapan proyek normalisasi pengendalian banjir tersebut diantaranya pengerjaan normalisasi saluran air di Kelurahan Kedundung dan Kelurahan Wates di Kecamatan Magersari. Kelurahan Kranggan, Kelurahan Meri, Kelurahan Miji dan Kelurahan Sentanan di Kecamatan Kranggan. Kelurahan Pulorejo dan Kelurahan Mentikan di Kecamatan Prajurit Kulon.

“Normalisasi di Kelurahan Wates hanya satu titik saja, di sebelah sisi utara Jalan Ijen Raya dan panjangnya hampir kurang lebih sekitar satu kilometer. Saluran di Kelurahan Wates itu dari batu kali atau bata sehingga kita ganti, meningkat menjadi saluran memakai U-ditch dengan normalisasi dan rehab tersebut,” bebernya.

Menurutnya, normalisasi di Kelurahan Wates termasuk rehab berupa pembangunan fisik konstruksi drainase yang rencananya menggunakan material U-ditch. Basuki menjelaskan normalisasi saluran air di Kelurahan Mentikan dan Kelurahan Miji masing-masing senilai Rp1,4 miliar adalah pengerjaannya adalah pengecoran.

“Lokasinya ada di Kelurahan Mentikan gang 1 itu pengerjaannya adalah pengecoran setempat, artinya saluran itu akan dicor. Termasuk ada perawatan seperti sampah sehingga kita bisa membersihkannya. Sudah kontrak tinggal persiapan untuk realisasi saja, kita nanti dijadwalkan pengerjaan itu pertengahan Agustus ini. Paling tidak selesai Desember sudah rampung,” ujarnya.

Estimasi pengerjaan normalisasi dan pembangunan konstruksi saluran air tersebut ditargetkan selama 90-120 hari. Proyek normalisasi pengendalian banjir tersebut merupakan upaya Pemkot Mojokerto dalam pengendalian banjir sekaligus mengantisipasi genangan air saat musim hujan.

“Normalisasi kaitannya untuk mengurangi terjadinya genangan atau banjir di wilayah yang ada di lokasi. Tidak seluruhnya karena anggaran kita terbatas, sehingga tempat-tempat mana yang kiranya menjadi langganan genangan air,” tegasnya.

Dari informasi yang dihimpun anggaran proyek normalisasi di delapan kelurahan tersebut yakni Kelurahan Wates Rp2,7 miliar, Kelurahan Mentikan dan Kelurahan Miji masing-masing Rp1,4 miliar. Normalisasi saluran air di Kelurahan Sentanan Rp603 juta, Kelurahan Kranggan Rp277 juta.

Kelurahan Pulorejo Rp666 juta, Kelurahan Kedundung Rp786 juta dan Kelurahan Meri Rp275 juta (Tender ulang). Total anggaran untuk proyek normalisasi di delapan titik di kelurahan di Kota Mojokerto sekitar Rp8,1 miliar. [tin/kun]

BACA JUGA: 1.167 Jemaah Haji Asal Kabupaten Mojokerto Tiba


Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks



Apa Reaksi Anda?

Komentar