Politik Pemerintahan

Pemilu 2019 Jadi Mimpi Buruk 18 Caleg Petahana DPRD Jombang

Anggota DPRD Jombang 2014-2019 sedang menggelar rapat paripurna. [foto/dok]

Jombang (beritajatim.com) – Pemilu 2019 menjadi mimpi buruk bagi 18 caleg incumbent atau petahana di DPRD Jombang. Betapa tidak, meski masih menjabat sebagai anggota legislatif, namun mereka diprediksi gagal lolos ke DPRD Jombang periode 2019-2014.

Analisa tersebut berdasarkan hasil rekapitulasi penghituangan suara Pemilu yang digelar KPU Jombang, awal bulan ini. Sebanyak 18 caleg tersebut diprediksi gagal karena perolehan suaranya kurang signifikan. Mereka berasal dari sejumlah parpol.

Di dapil Jombang I (Jombang, Peterongan) ada tiga nama yang terpental. Mereka adalah Pipit Rosy Novita (Partai Golkar), Nurul Burhani (PPP), serta Irwan Prakoso (PAN). Sedangkan di dapil II (Diwek, Jogoroto, Sumobito) ada tiga caleg petahana yang gagal.

Diantaranya, Asrori (Partai Golkar), Meidy Bambang Murtiyoso (PKS), serta Kartijo (Partai Hanura). Selanjutnya, di dapil III (Mojowarno, Mojoagung, Bareng, Wonosalam), caleg incumbent yang gagal adalah Mahmudah (Partai Golkar), Novita Eki Wardani (Partai Demokrat), Didik Darmadi (PKS), Mohammad Faishol (Partai Nasdem), serta H Iknan (Partai Hanura).

Kemudian di dapil IV (Perak, Bandar Kedungmulyo, Gudo, Ngoro) caleg petahana yang gagal diantaranya Imam Hanafi (Partai Demokrat) dan Moch Syifa’ (PPP). Imam Hanafi ini merupakan anggota DPRD Jombang yang sudah menjabat selama tiga periode berturut-turut. Namun untuk pemilu tahun ini, Hanafi harus terpental.

Bagaimana dengan dapil V (Ploso, Kabuh, Ngusikan, Kudu, Plandaan)? Ada tiga inkumben yang menuai kegagalan di dapil ini. Mereka adalah Wulang Suhardi (PDIP), Sri Rahayu (Partai Golkar), serta Sutaji (Partai Nasdem).

Untuk diketahui, Sutaji terpilih menjadi anggota DPRD Jombang 2014-2019 melalui proses PAW (Pergantian Antar Waktu). Dia menggantikan Isnandar, anggota DPRD Jombang yang meninggal pada 2017. Namun lagi-lagi, pemilu tahun ini belum memberikan peruntungan bagi Sutaji. Dia gagal lolos ke gedung dewan.

Terakhir adalah dapil VI (Megaluh, Tembelang, Kesamben). Di dapil ini terdapat dua caleg petahana yang harus lempar handuk. Yakni, Minardi (Partai Demokrat) dan Yudi Gustafin (Partai Nasdem). Minardi merupakan anggota DPRD Jombang selama dua periode. Bahkan, untuk periode 2014-2019, politikus Demokrat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jombang.

Anggota DPRD Jombang 2014-2019 berjumlah 50 orang. Namun seiring berjalannya waktu, ada dua anggota yang meninggal. Masing-masing Isnandar dari Partai Nasdem dan Kartono dari PDIP. Isnandar kemudian digantikan Sutaji melalui PAW, sedangkan Kartono hingga saat ini belum ada penggantinya. Praktis di ujung periode, anggota dewan berjumlah 49 orang.

Dari jumlah 49 itu, ada dua anggota dewan yang memilih menepi dalam pemilu 2019. Mereka tidak ikut dalam pertarungan. Dua orang itu adalah Djoko Triono dan Radi, dari PDIP. Djoko adalah Ketua DPRD Jombang 2014-2019.

Sedangkan satu inkumben lagi memilih banting setir, yakni Ema Ummiyatul Chusna atau Ning Ema dari PPP. Putri Bupati Jombang Mundjidah Wahab ini maju sebagai caleg DPR RI dari dapil Jatim VIII (Kabupaten/Kota Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kabupaten/Kota Madiun).

Ketua DPC Partai Demokrat Jombang Syarif Hidayatulloh membenarkan adanya caleg petahana dari partainya yang gagal meraih kursi. Begitu juga dengan komentar Ketua DPD PKS Jombang Mustofa. Dia membenarkan bahwa ada dua caleg petahana dari PKS yang gagal.

Pemilu dan Pilpres 2019 yang digelar 17 April di Jombang berlangsung aman. Di kabupaten tersebut, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 1.001.817 orang. Jumlah ini masih ditambah dengan 868 pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb). Aspirasi mereka disalurkan di 4.295 TPS yang tersebar di 21 kecamatan. [suf]

Berikut 18 caleg petahana yang diprediksi gagal menjadi DPRD Jombang 2019-2024

PDIP = Wulang Suhardi
PPP = Nurul Burhani, Moch Syifa’
Partai Golkar = Pipit Rosy Novita, Mahmudah, Asrori,
Partai Demokrat = Novita Eki Wardani, Imam Hanafi, Minardi
PKS = Meidy Bambang Murtiyoso, Didik Darmadi
PAN = Irwan Prakoso
Partai Hanura = Kartijo, Iknan
Partai Nasdem = Mohammad Faishol, Sutaji, Yudi Gustafin

Apa Reaksi Anda?

Komentar