Gresik (beritajatim.com) – Pasca kebakaran, Pasar Sidayu di Kabupaten Gresik mulai dibangun. Sebelumnya, pasar yang berdekatan dengan alun-alun itu mengalami dilalap api sehingga menghanguskan seluruh stand pada tahun 2022 lalu.
Saat ini bekas reruntuhan yang terbakar itu mulai dilakukan pembersihan. Nantinya, pembangunan Pasar Sidayu tersebut menyasar bangunan yang tidak masuk cagar budaya.
Sewaktu kejadian kebakaran terbakar pada 30 Januari 2022 lalu. Terdapat sebanyak 259 kios yang dilahap si jago merah. Di antara kios-kios itu terdapat 125 kios merupakan kategori bangunan biasa. Lokasinya di sisi sebelah selatan.
Kepala dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag (Diskoperindag) Gresik Malahatul Farda menuturkan, saat ini tahapan pembangunan sudah dimulai. Pekerja sedang melakukan pembersihan bekas reruntuhan. Seperti reruntuhan tembok hingga atap.
Memang setelah kebakaran itu lantai pasar dipenuhi dengan reruntuhan. Sehingga, sebelum dibangun, perlu dibersihkan terlebih dahulu. “Ini masih tahap pembersihan, nanti kemudian dibangun,” tuturnya, Minggu (6/08/2023).
Masih menurut Farda, pembangunan Pasar Sidayu menelan anggaran Rp 2,1 miliar melalui dana APBN. Dengan anggaran sebesar itu belum mampu mencakup seluruh kios yang terbakar. Pembangunan seluruh kios diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 6 miliar.
“Kios yang dibangun kali ini merupakan kios yang tidak masuk cagar budaya. Sehingga pembangunannya langsung dilakukan dengan bangunan normal. Tidak semua kios memang masuk cagar budaya. Nah yang dibangun ini yang sebelah selatan yang tidak masuk cagar budaya,” ujarnya.
Pekerjaan pembangunan Pasar Sidayu memiliki kontrak selama 4 bulan. Pada akhir tahun 2023 nanti pekerjaan harus sudah selesai.
Pasar yang berada di sebelah Alun-alun Sidayu ini sudah masuk cagar budaya pada tahun 2022 lalu oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim. Pembangunan kembali cagar budaya sangat lah tidak mudah. Apalagi bangunan banyak memiliki nilai-nilai sejarah.
BACA JUGA:
Pasar Sidayu Gresik Masuk Direstorasi Cagar Budaya
Terkait dengan itu, Kepala Seksi Sejarah Purbakala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Khairil Anwar mengatakan, Disparekrafbudpora sudah melakukan study kelayakan tentang pemugararan cagar budaya Pasar Sidayu pada tahun 2022 lalu. Hasilnya dilakukan restorasi terhadap cagar budaya tersebut.
“Untuk Cagar Budayanya kami sudah melakukan study kelayakan, dan hasilnya direstorasi,” tandasnya. [dny/but]






