Politik Pemerintahan

PAN, Demokrat, dan Golkar Rekomendasikan 7 Hal kepada Bupati Jember

Sidang paripurna DPRD Jember, Jawa Timur. [foto: jemberkab.go.id]

Jember (beritajatim.com) – Partai Amanat Nasional, Demokrat, dan Golkar yang tergabung dalam Fraksi Pandekar merekomendasikan tujuh hal kepada Bupati Hendy Siswanto, dalam pandangan umum menanggapi nota pengantar Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2021, di gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Minggu (4/4/2021) malam.

“Kami mendukung sepenuhnya arah kebijakan bupati tentang Rancangan Peraturan Daerah APBD 2021 dengan tetap memperhatikan skala prioritas pembangunan daerah , sinkronisasi dengan program prioritas nasional,” kata juru bicara fraksi Try Sandi Apriana.

Tujuh rekomendasi diberikan, menurut Sandi, agar semangat pembangunan ini tidak luntur. “Pertama, dengan semangat sinergi, kolaborasi, dan akselerasi, Pemerintah Kabupaten Jember harus mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Pandekar meminta eksekutif dan legislatif kompak dalam membangun tata kelola pemerintahan. “Tuntaskan kemisikinan di Kabupaten Jember dan tarik investasi dari luar ke dalam Kabupaten Jember,” kata Sandi.

Pandekat juga meminta kepada Bupati Hendy agar meningkatkan pelayanan publik berupa kesehatan dan pendidikan yang terintegrasi. “Tingkatkan kualitas dan ketersediaan infrastruktur publik yang merata di semua wilayah Jember,” kata Sandi.

“Infrastruktur merupakan sarana publik primer dalam menjalankan suatu perekonomian daerah. Jangan sampai infrastruktur publik, terutama jalan yang sering kita gunakan untuk menjalankan roda perekonomian maupun pemerintahan, justru mengancam keselamatan kita,” kata Sandi..

“Selain itu kami berharap eksekutif mampu mengembangkan potensi, pertanian, perikanan, perkebunan, pariwisata, dan budaya yang mengedepankan kearifan lokal,” kata Sandi.

Pandekar mengingatkan, belum adanya Peraturan Daerah APBD 2020 dan 2021 membuat pembangunan terhambat dan pemerintahan berjalan di tempat. Kondisi ini diperperah dengan pandemi Covid-19 yang sangat berdampak terhadap tumbuhnya perekonomian masyarakat. “Covid 19 harus ditangani secara menyeluruh mulai dari pencegahan, pengawasan, dan penanggulangan.” kata Sandi.

Pandekar mengingatkan, tingginya angka kematian ibu, angka kematian anak, dan gizi buruk membutuhkan penanganan khusus secara pentaheliks. “Semua memiliki peran dalam menangani masalah tersebut, baik pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi atau pakar, dan media massa,” kata Sandi. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar