Gresik (beritajatim.com)- Dusun Singorejo masuk ke dalam pemerintahan Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Dusun yang berlokasi di depan Kantor Bupati Gresik ini memiliki sejarah panjang terkait nama. Malahan sudah berganti nama berulangkali.
Awal mula nama dusun ini adalah Mertamu atau memiliki arti bertamu. Masyarakat Dusun Mertamu terkenal ramah dan memiliki toleransi yang tinggi. Masyarakatnya sebagian besar bermata pencarian sebagai petani.
Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, saat itu terdapat seorang petualang yang berkunjung ke desa ini. Petualang tersebut lantas bertanya kepada Wak Singo yang terkenal cadel. Orang tersebut bertanya apa nama desa ini, dijawab sama wak Singo Matamu,” ujar Sejarawan Gresik, Kris Aji, Selasa (5/9/2023).
Dari kesalahpahaman itu akhirnya terjadi konflik antara petualang dan wak Singo. Kemudian desa itu dinamai Singopadu, atau singa bertengkar. Seiring perkembangan zaman, nama Singopadu kemudian diubah menjadi Desa Singorejo.
BACA JUGA:
4 Ritual Rebo Wekasan di Berbagai Daerah, Salah Satunya Gresik Pesisir
Diperkirakan perubahan nama menjadi Singorejo itu terjadi di tahun 1990-an. “Sampai sekarang beberapa orang menyebut desa itu dengan sebutan Singopadu. Padahal namanya sudah berganti menjadi Singorejo,” ungkap Kris Aji.
Ia menambahkan, legenda seperti itu banyak sekali di Gresik. Dirinya malah berharap Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik melakukan inventarisasi legenda itu untuk dijadikan buku sebagai muatan pelajaran lokal. “Saya ingin legenda yang ada di Gresik dibukukan lalu diperkenalkan ke siswa sekolah dasar atau SMP,” imbuhnya. [dny/suf]






