Politik Pemerintahan

Melongok Desa Pancasila di Lamongan saat Harlah Pancasila

Lamongan (beritajatim.com) – Desa Balun yang berada di Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan dikenal sebagai salah satu ikon Lamongan yang sudah sampai ke tingkat nasional dan mendunia. Desa Balun juga mendapat julukan Desa Pancasila. Pasalnya, meski warganya majemuk, desa ini memiliki nilai toleransi agama yang tinggi.

Di desa tersebut terdapat tiga penganut agama sekaligus yang hidup dengan damai dan rukun, yakni Islam, Kristen, dan Hindu. Pesona keharmonisan yang terpancar dari para penganut agama ini menarik perhatian publik. Wajar jika desa ini dinobatkan sebagai desa wisata religi pada 2019 lalu.

Selain itu, tak jarang pula setiap keluarga di kawasan ini ada yang memiliki keyakinan berbeda. Namun, perbedaan itu tidak membuat mereka memutuskan tali silaturahmi. Tak hanya itu, tempat-tempat ibadah di desa ini pun saling berdekatan satu sama lain.

Sementara itu, pada momentum di Hari Lahir (Harlah) Pancasila tahun 2021 ini, desa yang memiliki julukan Desa Pancasila ini justru tak semarak memperingatinya. Bahkan, peringatan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia itu tampak sangat sepi. Terlihat hanya sedikit warga yang riuh memasang bendera merah putih di halaman depan rumah.

Hasil pantauan dari teman-teman wartawan saat mengunjungi Balai Desa Balun, beberapa warga malah tak mengetahui jika tiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. “Wah saya kurang ngerti, sekarang juga kan tanggal merah, Balai Desa sepi libur semua, Pak Kades juga istirahat di rumah,” ungkap salah satu warga di Balai Desa Balun yang enggan disebutkan namanya, Selasa (1/6/2021).

Selanjutnya, saat Kepala Desa Balun, Kusyairi dikunjungi di rumahnya dan hendak dikonfirmasi tentang hari penting dalam tonggak sejarah berdirinya bangsa Indonesia ini, pihaknya tidak bisa ditemui dengan dalih sedang beristirahat.

Kendati demikian, desa yang dibelah oleh sebuah sungai yang bermuara di Bengawan Solo tersebut selalu menjadi kebanggaan Kabupaten Lamongan, beragam fakta mengenai kerukunan dan kemajemukan di tengah warganya tak bisa dilepaskan begitu saja. Bagaimanapun juga, Desa Pancasila merupakan aset bangsa yang penting untuk dijaga keberadaannya.

Hingga kini, desa tersebut menjadi salah satu percontohan dalam menjaga toleransi antar umat beragama di Indonesia, bahkan dunia. Di desa ini kerap diadakan agenda tahunan semacam pawai Ogoh-ogoh, kesenian Karawitan, dan budaya lainnya yang banyak digali dan dikunjungi oleh masyarakat dari Lamongan maupun luar Lamongan. [riq/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar