Surabaya (beritajatim.com) – Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin bermain bola bareng dengan beberapa legenda hidup Persebaya di pekan awal kampanye. Setelah fun football, Cak Imin menyinggung soal keadilan wasit.
Cak Imin mengaku senang dan enjoy karena bertemu legenda Persebaya. Ketua Umum PKB itu menyebut nama-nama pemain yang merumput bersamanya, puluhan tahun lalu begitu dielu-elukan oleh suporter.
“Hari ini saya senang banget bisa bermain bola dengan mantan pemain Persebaya. Mereka pada saat itu menjadi idola suporternya,” kata Cak Imin.
Baca Juga: Prabowo dan Gibran Cuti Kampanye Maksimal Dua Hari Dalam Seminggu
Cak Imin merasa prihatin dengan beberapa pemain bola yang sudah pensiun. Dia berharap ada penghormatan dari pemerintah untuk pemain bola yang sudah gantung sepatu.
“Karena mereka hanya mampu bermain bola maksimal empat tahun, makanya seharusnya pemain bola ini harus ada asuransi demi masa depan pemain,” jelas Cak Imin.
Ketum PKB ini kemudian menyinggung soal wasit. Dia mengungkapkan, pemain seharusnya tidak perlu nervous maupun takut di-tackling lawan, jika wasit yang memimpin pertandingan itu adil. Cak Imin lantas menganalogikannya dengan konteks politik di Indonesia.
“Yang penting wasitnya harus bertindak adil. Kalau tidak adil, Indonesia terancam bahaya,” tandas Cak Imin.
Baca Juga: Pajak Restoran Tembus Rp 100 Miliar, Penerimaan Pajak Daerah Sidoarjo Capai 92,59 Persen
Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-2 ini, Cak Imin sempat mencetak gol dari titik putih. Ia mengaku saat menendang penalti sempat merasa nervous.
“Nervous tadi pas nendang penalti,” canda Cak Imin.
Sementara itu, beberapa legenda hidup Persebaya yang ikut main bola bareng Cak Imin antara lain Mat Halil, Anang Maruf, Jatmiko hingga Agus Salim.
Mat Halil mengaku bahwa dirinya sempat grogi bermain dengan pejabat, seperti tokoh elite politik, bupati, serta pejabat lainnya. Tapi dirinya merasa senang bisa bermain bola dengan tokoh-tokoh politik.
“Kami bersama teman-teman merasa senang bermain bola pada hari ini, karena sudah lama tidak bermain bola. Main hari ini seperti nostalgia,” kata Mat Halil.
Turut hadir sejumlah pengurus PKB Jatim, di antaranya Sekretaris PKB Jatim Anik Maslacah, Bendahara PKB Jatim Fauzan Fuadi. (tok/ian)






