Politik Pemerintahan

Kunjungan di Tuban, Mensos Marah Saat Tinjau Bansos, Ini Sebabnya

Tuban (beritajatim.com) – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Tri Rismaharini melakukan kegiatan kunjungan kerja dan melihat secara langsung penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada sebagian warga masyarakat di Kabupaten Tuban yang berlangsung di halaman Kantor Pos Tuban, Sabtu (24/7/2021).

Selain itu Risma juga melakukan tinjauan secara langsung penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ada di Kelurahan Sedangharjo, Kota Tuban. Dalam tinjauan itu, Mensos langsung marah ketika mengetahui bahwa untuk penyaluran BPNT baru dicairkan 2 bulan dari yang seharusnya langsung 3 bulan.

Kegiatan kunjungan kerja Menteri Sosial itu pertama kali berlangsung di kantor Pos Tuban dengan menyerahkan secara simbolis bantuan beras itu dan juga pencairan BST dalam ranga penanggulangan PPKM Darurat. Dalam program BST itu mendapatkan bantuan dari Kemensos sebesar Rp 600.000 untuk mengurangi beban masyarat yang terdampak akibat PPKM Darurat.

“Bantuan yang kita berikan ini dari kementerian sosial bentuknya ada tiga, pertama Bantuan Sosial Tunai (BST) itu karena ada dampak dari pandemi. Jadi kalau penerima BST itu pasti tahu kalau itu sempat terhenti di bulan April, karena saat itu diproyeksi saat itu pandemi akan turun,” jelas Tri Rismaharini, Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia.

Selanjutnya, Risma menambahkan bantuan lagi yang disalurkan di tengah-tengah PPKM Darurat kali ini adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dibeli di e Warung itu nilainya Rp 200.000 per bulan. Kemudian yang ketiga adalah Bansos PKH yang jumlah nominalnya menyesuikan dengan kondisi penerima.

“Untuk PKH kita berikan tiga bulan, Juli, Agustus, September, BST kita beritkan dua bulan, Juli dan Agustus. Dan BPNT diberikan tiga bulan, Juli, Agustus, September. Masing-masing bulan dua ratus ribu rupiah,” tegasnya.

Selain bantuan tersebut, untuk masing-masing penerima Bansos masih mendapatkan tambahan bantuan dari Kemensos berupa beras sebanyak 10 kilogram. Kemensos juga menyerahkan bantuan 3.000 paket beras masing-masing 5 kilogram yang akan disalurkan kepada warga masyarakat terdampak Pandemi yang belum mendapatkan Bansos dan akan disalurkan melalui Pemkab Tuban.

Dalam kesempatan melakukan pengecekan di lapangan, Mensos Risma mengetahui adanya penyaluran BPNT yang baru dicairkan untuk dua bulan, yang seharusnya langsung dicairkan tiga bulan sekaligus. Sehingga Mensos langsung marah di depan Bupati Tuban dan juga Kepala Dinsos Tuban serta tim pengawas untuk masalah itu supaya segera diselesaikan.

“Nanti saya juga akan kasih peringatan. Kenapa tiga bulan kemudian ditahan hanya diberikan dua bulan. Saya kira lembaga hukum juga mendengar apa yang terjadi di lapangan, nanti kita lihat aja,” kata Mensos, setelah kunjungan itu.

Sementara itu, Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky saat dikonfirmasi menyatakan akan langsung melakukan evaluasi dan menindaklanjuti temuan tersebut. Yang mana temuan itu akan ditelaah lebih dalam supaya tidak terjadi hal-hal yang sifatnya hanya duga-menduga.

“Ini akan secepatnya saya evaluasi dan tindaklanjuti, karena ini temuan langsung Bu Menteri sendiri, Insya Allah secepatnya akan saya evaluasi. Saya akan mengumpulkan data-data yang ada, jadi jangan sampai saya ngomong tidak berdasarkan data, nanti malah munculnya fitnah,” ungkap Aditya Halindra Faridzky, Bupati Tuban saat dikonfirmasi terkait temuan itu.[mut/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar