Kediri (beritajatim.com) – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kediri, Aviva Herawati Sari Solikin mengatakan, seorang ibu merupakan guru nomor satu bagi anak.
Pernyataan itu disampaikan oleh Aviva Herawati Sari, selaku Ketua Dhama Wainita saat meghadiri acara rapat pleno dan seminar pola asuh anak di Ruang Jayabaya Kabupaten Kediri.
Seminar diisi oleh M. Damanhuri dari Kepala Cabang STIFIn Kediri Raya membahas tentang pola asuh anak berbasis bakat alami (genetik) yang diikuti oleh peserta dari jajaran pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kediri.
Baca Juga : SLB AC Dharma Wanita Sidoarjo Hadirkan Program Magang bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Dari pemaparan oleh M. Damanhuri, kata Aviva menegaskan, bahwa menjadi seorang ibu merupakan guru nomor satu bagi anak kita di lingkup keluarga.
Aviva menambahkan memang kita sebagi orang tua tugasnya yaitu tidak akan pernah pensiun sampai akhir hayat, Jadi kita harus belajar terus-menerus untuk menghadapi anak karena perkembangan anak juga akan terus berubah hingga besar nantinya.

“Jadi sebagai orang tua harus kreatif dan melihat dari berbagai sisi anak kita bagaimana menyikapi karakternya yang berbeda-beda dan kita harus mengarahkan serta yang terpenting adalah doa seorang ibu kepada anaknya,” pungkas Aviva.
Baca Juga : Dharma Wanita Persatuan Kota Kediri Berbagi Tips Membangun Perempuan Cerdas
Terakhir Aviva berpesan jangan sampai mengeluarkan kata-kata tidak baik kepada anak karena apa yang kita ucapkan itu adalah doa.
“Jadi bertawakal dan tetap minta petunjuk kepada Allah SWT untuk membimbing kita dalam mendampingi anak dan menyikapinya dengan baik,” pesannya.
Sebagai informasi STIFIn adalah singkatan dari Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling and Insting yang merupakan sebuah konsep untuk mengindentifikasi kecerdasan manusia berdasarkan sistem operasi otak yang dominan dan dapat diketahui dengan memindai sidik jari. [ADV PKP/nm/ted]






