Gresik (beritajatim.com) – Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik kini tidak nebeng lagi. Kantor yang memiliki tiga lantai tersebut, berdiri megah di kompleks Masjid Agung. Sebelum diresmikan Bupati Gresik, kantor MUI itu berada satu bangunan dengan masjid.
Pembangunan Kantor MUI Kabupaten Gresik berlangsung selama 120 hari. Dimulai sejak tahun 2021 dan selesai bulan Februari 2023. Kantor tiga lantai itu, menelan anggaran Rp 8 miliar yang diambil dari APBD.
Ketua MUI Kabupaten Gresik KH.Mansoer Shodiq mengatakan, keberadaan MUI selama ini memiliki peran yang strategis melindungi umat dan agama. Setelah memiliki kantor sendiri. Tahun ini pihaknya menargetkan memiliki tata kelola yang terbaik di tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Kami bertekad menjadi tata kelola pelayanan yang terbaik bagi umat,” katanya, Rabu (22/02/2023).
Ia menambahkan, MUI juga diarahkan memiliki program berkelanjutan dan bukan seremonial saja. Salah satu program yang sudah diwujudkan adalah mendirikan pusat layanan bersertifikasi halal yang telah dilakukan oleh 160 pelaku usaha UMKM.
“Selain pelayanan bersertifikasi halal, kami juga menggagas pendirian Gerakan Nasional Anti Narkoba, atau Ganas Annar. Serta konseling bagi pemohon pernikahan usia dini,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”mui-gresik”]
Sementara, Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengatakan sebenarnya rancangan pembangunan kantor MUI itu sudah ada sejak tahun 2019. Namun, baru direalisasikan di tahun 2021.
“Saya masih ingat meski ada puncak pandemi covid-19 pembangunan Kantor MUI Gresik tetap berjalan dengan melakukan prokes gang ketat,” katanya.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menjelaskan peran MUI sangat penting kendati berada ditengah era modern dan serba digitalisasi seperti sekarang.
“Saya berharap dengan terus berkolaborasi tercipta suasana kondusif khususnya pada masyarakat,” ungkapnya. (dny/ted)






