Politik Pemerintahan

Jelang Pendaftaran Pilkada Serentak, KPU Mojokerto Hadirkan 5 Pemuka Agama untuk Berdoa Bersama

Doa Bersama Lintas Agama yang digelar KPU Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak lima pemuka agama dihadirkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto dalam Doa Bersama Lintas Agama. Doa Bersama Lintas Agama tersebut digelar dalam rangka mensukseskan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto tahun 2020.

Acara yang digelar di aula KPU Kabupaten Mojokerto tersebut menghadirkan lima pemuka agama dari enam pemuka yang ada di Kabupaten Mojokerto. Yakni agama Islam, Kristen Protestan Kristen Katolik, Hindu dan Khonghucu. Secara bergantian, para pemuka agama melakukan doa bersama.

Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Muslim Bukhori mengatakan, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat, tokoh masyarakat untuk bersinergi mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, 9 Desember mendatang. “Agenda hari ini, doa bersama kita undang lima pemuka agama yang kita untuk membacakan doa. Namun satu berhalangan,” ungkapnya.

Selain itu juga Forum Komunikasi Pimpinan Kepala Daerah (Forkompinda), sejumlah pimpinan partai politik (parpol), organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, akademisi, organisasi mahasiswa. Harapannya agar semua elemen yang ada di Kabupaten Mojokerto bisa bersinergi untuk mensukseskan Pilbup Mojokerto.

“Kita hidup di daerah, negara yang pluralis jadi intinya harus saling menghargai. Dalam Pemilihan Bupati nantinya juga jangan sampai ada isu SARA dan lainnya. Tahapan selanjutnya, KPU akan menggelar pendaftaran pasangan calon pada tanggal 4-6 September. Tanggal 4-5 mulai jam 08.00-16.00, hari terakhir 08.00-24.00,” katanya.

Masih kata Muslim, secara global ada syarat calon dan syarat pencalonan. Semuanya sudah disampaikan kepada parpol pengusung masing-masing bakal pasangan calon, termasuk Surat Keputusan (SK) persyaratan. Harapannya, bakal pasangan calon saat mendaftar bisa membawa berkas syarat calon maupun syarat pencalonan.

“Saat mendaftar bisa membawa berkas syarat calon maupun syarat pencalonan dengan lengkap dan absah, sehingga tidak bolak-balik. Perbaikan ada waktunya, kita lakukan setelah verifikasi administrasi. Yang boleh diperbaiki adalah syarat calon dari masing-masing calon,” ujarnya.

Selain mengajak untuk bersinergi mensukseskan Pilbup Mojokerto, KPU Kabupaten Mojokerto juga menginformasikan jika dalam Pilbup Mojokerto mendatang harus sesuai dengan protokol kesehatan. Sehingga baik penyelenggaran, peserta maupun pemilih harus mentaati aturan yang ada. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar