Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Hindari Stunting, Forikan Sasar PAUD dan SD

Pasuruan (beritajatim.com) – Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) bersama Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan terus gencar mensosialisasikan Gerakan Makan Ikan (Gemarikan) ke seluruh lembaga pendidikan dasar di 24 kecamatan.

Seperti yang terlihat di POS PAUD Anggrek dan SDN Kalianyar, Kecamatan Bangil, Rabu (27/10/2021) pagi. Dimana Wakil Ketua Forikan Kabupaten Pasuruan, Ny Nanik Asnawati berkunjung sekaligus membagikan beberapa paket makanan serba olahan ikan kepada para pelajar kelas 1 SD.

Dari pantauan di lapangan, istri Wakil Bupati Pasuruan, Gus Mujib Imron tersebut datang bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pasuruan, Ny Anang Saiful Wijaya.

Begitu tiba, keduanya langsung menuju ruang kelas untuk bertatap muka langsung dengan para siswa-siswi yang duduk di bangku kelas I.

Tak hanya bertanya seputar makanan yang disajikan di rumah, para siswa juga menerima bingkisan berupa makanan olahan berbahan dasar ikan. Menurutnya, selain bergizi, makanan olahan serba ikan juga dikemas cantik dan menarik, sehingga bisa membuat anak doyan makan.

“Ternyata anak-anak sudah banyak yang makan ikan di rumah. Bukan hanya daging atau tempe saja. Maka dari itu, terus kita dorong agar semakin doyan makan ikan karena bergizi, apalagi kalau bikinnya cantik dan menarik,” katanya.

Dijelaskan Nanik, kesadaran para orang tua dalam menyajikan ikan sebagai lauk pauk utama di rumah sudah semakin meningkat. Hanya saja, rata-rata konsumsi ikan di Kabupaten Pasuruan masih di bawah rata-rata konsumsi ikan di Jawa Timur sebesar 40 kilogram per kapita per tahun. Yakni 38 kg/kapita/tahun.

Oleh karena itu, diperlukan kerja keras untuk bisa menaikkan target, minimal sama dengan rata-rata konsumsi ikan di Jawa Timur. “Kita optimis, karena Kabupaten Pasuruan punya wilayah pesisir yang bisa menyumbang banyak hasil laut dan perikanan yang melimpah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Forikan Kabupaten Pasuruan, Ny Lulis Irsyad Yusuf mengkonsumsi ikan sebagai sumber protein bergizi juga menjadi salah satu cara jitu dalam mencegah stunting atau gagal tumbuh kembang pada anak.

Hal itu disebabkan karena ikan memiliki kandungan gizi yang lengkap, yakni Omega-3 yang sangat relevan. Khususnya berkaitan dengan kecerdasan, dan memiliki peran penting bagi ibu hamil mulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), perkembangan otak anak-anak dibawah usia dua tahun (Baduta), usia remaja serta lanjut usia.

“Ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein dan omega 3 sangat mendukung tumbuh kembang anak sampai dewasa, bahkan sampai lanjut usia. Untuk itu, Gerakan masyarakat makan ikan ini sangat relevan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kandungan gizi dan manfaat ikan, terutama menumbuhkan kreativitas dalam mengolah ikan untuk keperluan konsumsi,” jelasnya.

Ny Lulis berharap agar setiap keluarga di Kabupaten Pasuruan dapat selalu memperhatikan makanan yang bergizi dan seimbang sebagai keharusan yang harus diberikan dalam setiap menu keluarga. Tidak hanya kepada anak-anak sebagai pemenuhan gizi dalam pencegahan gagal tumbuh stunting, pentingnya memperhatikan nutrisi yang seimbang lewat makan ikan ini juga sangat dibutuhkan orang dewasa.

“Untuk itu, saya meminta masyarakat khususnya para ibu agar memasukkan ikan dalam menu makanan sehari-hari agar anggota keluarga utamanya anak-anak bisa tumbuh sehat, kuat, cerdas, dan bebas dari stunting,” harapnya. (ada/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar