Madiun (beritajatim.com) – Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini datang ke Madiun untuk bertemu gadis 17 tahun yang disetubuhi ayah kandung, kakek, dan pamannya. Korban ditemani sang ibu saat bertemu Risma di sebuah hotel di Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (27/10/2023)
Risma mengatakan bakal mengamankan korban di balai Kemensos. Upaya itu dilakukan untuk memulihkan korban secara psikologis. “Anak akan kami amankan di balai kami, Termasuk pendidikannya akan kami tangani di balai, ” kata Risma usia bertemu korban dan sang ibu, Jumat (27/10/2023)
Secara fisik, kondisi korban memang sehat. Namun, pihaknya akan memeriksa lebih mendalam terkait kondisi psikisnya. Lantaran, korban pasti mengalami trauma. Utamanya terkait perceraian kedua orang tuanya.
Baca Juga: Mas Dhito Akan Datangkan Pemain Baru untuk Persik Kediri
“Yang namanya anak dan orang tuanya bercerai pasti ada trauma, mereka merasa berbeda dengan anak lain yang orang tuanya masih utuh,” terang Mensos.
Risma mengaku sudah bertemu dengan aparat penegak hukum (APH) yang menangani kasus tersebut. Meski kini masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi, dia meminta agar APH memberikan hukuman maksimal terhadap para pelaku nantinya.
“Karena semua pelaku ini ada hubungan keluarga maka hukumannya maksimal ditambah sepertiganya. Sesuai Undang-Undang Perlindungan anak, siapa pun yang seharusnya melindungi anak dan malah jadi pelaku, maka hukumannya kan ditambah sepertiga,” kata mantan Wali Kota Surabaya itu.
Baca Juga: Puluhan Remaja Hendak Tawuran di Kawasan SLG Kediri
Diketahui, saat ini pihak Satreskrim Polres Madiun masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait kasus rudapaksa terhadap gadis 17 tahun itu. Ibu korban juga diperiksa, bahkan pengakuan sang ibu, mantan suaminya itu memang orang yang temperamental yang tak segan main tangan. [fiq/ian]






