Politik Pemerintahan

Fraksi PDIP Jombang Tolak Revitalisasi Alun-alun Rp 10 Miliar

Ketua F-PDIP Jombang M Naim,

Jombang (beritajatim.com) – Rencana revilatisasi alun-alun Jombang tahun 2021 dengan anggaran Rp 10 miliar mendapat sorotan tajam dari F-PDIP (Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Bahkan FPDI dengan tegas menolak rencana tersebut.

Hal itu diungkapkan Ketua F-PDIP Jombang M Naim, Kamis (5/11/2020), dalam pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Jombang tentang APBD tahun anggaran 2021. “F-PDIP DPRD Jombang menolak rencana revitalisasi alun-alun dengan anggaran Rp 10 miliar,” kata Naim.

Naim menilai, rencana revitalisasi kawasan alun alun Jombang bukan sesuatu yang penting dan darurat pada tahun anggaran 2021, meski hal tersebut menjadi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) bupati terpilih. Asas kepatutan, menurut Naim, menjadi kata kunci di tengah pandemi Covid-19.

“Belum berakhir pandemi itu seharusnya semua berpikir, dengan keterbatasan anggaran APBD 2021 bagaimana ekonomi masyarakat Kabupaten Jombang segera pulih kembali. Alun-alun merupakan bagian penting dalam tata pemerintahan, yang mempunyai fungsi sakral dan fungsi Propan. Meskipun di era sekarang alun-alun merubah fungsi secara fisik tetapi tidak menghilangkan filosofi alun-alun itu sendiri,” ujar anggota dewan ini.

F-PDIP menegaskan bahwa rencana Pemkab Jombang untuk merivitalisasi alun-alun dengan anggaran Rp 10 miliar pada tahun anggaran 2021 adalah bentuk ketidakjelian pemerintah setempat dalam melihat dan merespon masalah di masyarakat. “Anggaran Rp 10 miliar lebih baik digunakan untuk program yang lebih berguna bagi masyarakat Jombang secara luas, seperti infrastruktur jalan poros yang banyak mengalami kerusakan,” sambungnya.

Naim lantas membeber data sejumlah ruasa jalan yang kondisinya rusak parah. Di antaranya jalan penghubung Desa Bongkot – Desa Tanjunggunung; jalan Dusun Macekan – Dusun Balongganggang, Ngradulor: serta jalan Desa Tugusumberojo-Desa Morosunggingan, Kecamatan Peterongan.

“Kemudian, jalan raya Ceweng – Mojowar, jalan Mojowarno – Bareng, jalan raya Tembelang – Kesamben dan masih banyak jalan rusak lainnya di wilayah Kabupaten Jombang yang butuh perbaikan. “Rencana revitalisasi alun-alun ini apakah untuk kepentingan rakyat atau kepentingan yang lainnya?” kata Naim setengan menyindir.

Pandangan umum F-PDIP ini sekaligus menjawab nota penjelasan Bupati Jombang Mundjidah Wahab atas Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jombang tahun 2021, yang disampaikan Senin (21/9/2020). [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar