Politik Pemerintahan

Eri-Armuji Siap Tuntaskan Problem Surat Ijo di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Pada penutupan debat kedua pemilihan walikota dan wakil walikota Surabaya 2020 digelar di Dyandra Convention Center Surabaya pada Rabu (18/11/2020) malam, pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Eri Cahyadi-Armuji menegaskan komitmen terkait persoalan sertifikat hak milik lahan yang populer disebut Surat Ijo.

Eri Cahyadi menyebut bahwa persoalan Surat Ijo yang telah berlangsung bertahun-tahun itu memang rumit dan tidak bisa diselesaikan semudah membalik telapak tangan.

“Kami perlu tegaskan, siapapun walikotanya, di manapun, tidak bisa langsung melepaskan kepemilikan tanah surat ijo langsung dengan sertifikat hak milik. Setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak dan melakukan kajian, kami berjanji akan melepaskan tanah surat ijo ke masyarakat melalui negara sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam PP No 27 tahun 2014,” kata Eri.

Tanah surat ijo, sambung Eri, akan dilepas ke masyarakat yang akan dimanfaatkan untuk Fasum, Fasos, dan hunian yang luasnya sampai dengan 250 menter persegi. Selain itu, Eri juga menjamin kepastian hukum terkait surat ijo itu.

“Sebagai langkah konkretnya, kami telah menandatangani kontrak politik untuk melepas surat ijo kepada masyarakat melalui negara. Kami menjamin masyarakat akan mendapatkan kepastian hukum soal kepemilikan tanahnya,” jelas Eri.

Menaggapi janji Eri-Armuji soal problematika Surat Ijo, anggota DPRD Kota Surabaya Fraksi PSI Josiah Michael menyatakan sangat mengapresiasi dan mendukung segera diwujudkannya janji tersebut.

“Saya sangat salut pada komitmen paslon Eri-Armuji soal Surat Ijo. Apalagi juga terkait jaminan hukum bahwa langkah pelepasan hak milik tanah itu tidak melanggar aturan yang berlaku. Kami di parlemen berjanji akan mengawal realisasi program itu,” tegas Michael. [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar