Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

DPRD Surabaya Prihatin Penolakan Pembangunan Rumah Ibadah di Lakarsantri

Surabaya (beritajatim.com) РAnggota Komisi A DPRD Surabaya, Josiah Michael prihatin terhadap penolakan sekelompok warga Kelurahan Lakarsantri dan beberapa ormas terhadap rencana pembangunan rumah ibadah di wilayah tersebut.

Terlebih, penolakan pendirian rumah ibadah tersebut diketahuinya tepat di hari raya natal. “Berita menyedihkan ini saya terima di hari natal, hari dimana seharusnya dipenuhi suka cita,” kata Josiah kepada beritajatim.com, Sabtu (25/12/2021).

Josiah mengatakan, sekelompok warga Kelurahan Lakasantri dan beberapa ormas telah menyerahkan surat penolakan terhadap rencana pembangunan rumah ibadah kepada Pemkot Surabaya.

Penolakan tersebut didasari bahwa rumah ibadah terlalu dekat dengan pemukiman warga. “Alasan penolakan warga menurut pak Camat Lakarsantri disebabkan lokasi bakal rumah ibadah terlalu dekat dengan perkampungan,” ungkap Josiah.

Josiah menambahkan, pengajuan pendirian rumah ibadah di wilayah tersebut sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Namun memang ada syarat yang belum terpenuhi yakni dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang yang disahkan oleh Lurah. Hal ini sesuai pasal 3 ayat 2 Perwali kota Surabaya no. 58 tahun 2007.

“Tetapi ini kan syarat formil, yang menjadi masalah yaitu adanya penolakan,” ucapnya.

Surat tersebut berbunyi;

“Menanggapi rapat di Kecamatan tanggal 30 Maret 2021 dengan hasil resume terkait koordinasi tata cara pendirian rumah ibadah (terlampir).”

“Bahwa masyarakat Lakasantri menolak pendirian gereja di wilayah Lakarsantri, sesuai pembahasan hasil resume rapat tanggal 06 Oktober 2021 yang dihadiri Muspika, Bakesbang Linmas, Pihak GKI, dan Citraland (terlampir).”

“Demikian surat penolakan dan keberatan tempat peribadatan di wilayah Lakarsantri kami buat.”

Dalam surat tersebut juga ditandatangi beberapa ormas besar dan ketua RT/RW wilayah setempat.

Josiah sangat menyayangkan munculnya penolakan itu. Ia menyatakan, penolakan semacam itu seharusnya tidak ada di Negara Pancasila yang memiliki semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Saya sangat menyesalkan masih ada penolakan pembangunan gereja yang menodai predikat kota Surabaya sebagai kota yang memiliki toleransi tinggi,” sesalnya.

Legislator PSI Surabaya ini mengatakan bahwa seharusnya, bila ada warga yang ingin mendirikan tempat ibadah, dari agama apapun, hendaknya dihargai. Sebab beribadah itu adalah hak warga yang dijamin konstitusi.

“Semangat saling menghormati dan gotong royong diantara umat beragama yang berbeda, harus dipupuk dan dijaga di seluruh Indonesia,” ujar Josiah.

Dia meminta pemerintah kota Surabaya harus berperan aktif untuk mengatasi masalah ini. “Saya minta Pemkot turun tangan langsung apalagi Surabaya terkenal sebagai kota yang sangat toleran. Besok akan saya tindak lanjuti,” tandasnya.(asg/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar