Gresik (beritajatim.com) – Guna menghindari kecelakaan dari dua arah yang melintasi underpass, Dishub Gresik menutup permanen arah yang hendak menuju jalan Sumatera Gresik Kota Baru (GKB) dengan pembatas jalan.
Untuk itu, pengguna jalan yang melintas di depan SMA Muhammadiyah 1 Gresik melalui underpass harus berhati-hati. Sehingga, pengguna jalan yang melintas harus ke kiri dulu sebelum kemudian melanjutkan ke arah Jalan Sumatra.
Menurut Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, Su’udin, penutupan itu bertujuan menghindari kecelakaan dari dua arah yang melintasi underpass. “Ini kan mengantisipasi terjadinya laka mengingat dua arah yang melintasi underpass. Ada pengguna jalan yang belok ke kanan serta ada yang lurus,” katanya.
Ia menambahkan, terkait dengan penutupan itu. Dalam waktu dekat pihaknya juga akan memasang rambu-rambu lalu lintas penunjuk arah supaya tidak membingungkan pengguna jalan. “Rambu-rambu lalu lintas segera kami pasang termasuk sosialisasi bagi pengendara roda dua maupun empat,” imbuhnya.
Alhasil, adanya penutupan dengan pembatas jalan tersebut, sempat membuat sejumlah pengendara motor maupun mobil kebingungan saat hendak menuju ke Jalan Sumatra GKB. Ini karena biasanya tidak perlu ke kiri putar balik. Tapi langsung ke kanan.
“Iya sempat bingung sih harus ke kiri kemudian putar balik dulu. Padahal, sebelumnya setelah melalui underpass langsung ke kanan saat menuju ke GKB,” ujar Galih salah satu pengendara motor asal Kelurahan Sidokumpul, Gresik, Selasa (20/06/2023).
Hal senada juga dikemukakan oleh Andika warga asal Perum Graha Kembangan Asri (GKA) Gresik. Dirinya saat hendak ke kantor Pemkab Gresik, keluar dari rumahnya biasanya belok kanan lalu melalui underpass sebelum ke tempat tujuan.
Namun, karena sudah ditutup permanen. Maka harus memutar terlebih dulu ke Jalan Sumatra kemudian putar balik lalu lewat underpass. “Saya biasanya belok kanan tapi karena sudah ditutup terpaksa memutar dulu. Kalau memang aturannya demikian iyaa gimana lagi,” ujarnya. [dny/kun]
BACA JUGA:






